84 Juta Anak Jadi Harapan 2045, Pemerintah Genjot Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan

84 Juta Anak Jadi Harapan 2045, Pemerintah Genjot Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan Konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).-Foto : Humas Kemenkes RI-

Jakarta, Diswaymojokerto.id - Sekitar 84 juta anak Indonesia diproyeksikan menjadi penopang utama bangsa saat Indonesia memasuki usia 100 tahun pada 2045. Untuk memastikan generasi tersebut tumbuh sehat sejak awal kehidupan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan Konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Program ini menargetkan perbaikan kualitas kesehatan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, fase krusial yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.

Mengutip dari Laman Kemenkes RI, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pemerintah memasang target ambisius dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Dari 4.000 kematian ibu per tahun harus turun di bawah 400. Dari 30.000 kematian bayi per tahun, harus turun di bawah 3.000. Angka stunting juga harus ditekan di bawah 7 persen,” tegasnya saat peluncuran program di Jakarta, 28 April 2026.

BACA JUGA:47 Kasus, 57 Tersangka: Polisi Sita 609 Gram Sabu dan 111 Ribu Pil Koplo di Mojokerto Kota

BACA JUGA:500 Buruh Mojokerto Bergerak ke Jakarta, Siap Guncang May Day dengan 7 Tuntutan Keras

Menurutnya, target tersebut tidak bisa dicapai dengan cara biasa. Seluruh intervensi harus berbasis data dan fokus pada penyebab utama masalah kesehatan ibu dan anak.

Pemerintah menitikberatkan upaya pada pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan, seperti tekanan darah tinggi pada ibu hamil (preeklamsia), serta gangguan pada bayi baru lahir seperti infeksi (sepsis) dan masalah pernapasan.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mewajibkan ibu hamil menjalani pemeriksaan minimal delapan kali selama masa kehamilan. Selain itu, sebanyak 10.000 alat USG akan didistribusikan ke puskesmas di seluruh Indonesia untuk mendukung deteksi dini risiko kehamilan.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan produksi dalam negeri untuk suplemen multivitamin dan mineral (multiple micronutrient supplements/MMS) guna memastikan kebutuhan gizi ibu hamil terpenuhi.

BACA JUGA:Revolusi AI Tak Terbendung, Unair Gandeng Pakar Prancis Bahas Masa Depan Pendidikan Tinggi

BACA JUGA:Dari Becak ke Panggung Nasional, Mahasiswi Unej Raih Best Speaker lewat Isu Kota Inklusif

Program penguatan layanan ini telah diuji coba di sembilan rumah sakit daerah dan 36 puskesmas di wilayah Bogor, Bandung, dan Garut.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menyebutkan bahwa Indonesia menunjukkan kemajuan dalam penanganan stunting.

Sumber: