Perlintasan KA Wonoayu Masih Manual, Warga Diminta Lebih Waspada Saat Melintas

Perlintasan KA Wonoayu Masih Manual, Warga Diminta Lebih Waspada Saat Melintas

JPL Wonoayu, Mojoanyar, Mojokerto, yang belum memiliki palang pintu pintu otomatis-Foto : dok. DPRKP2 Kabupaten Mojokerto-

Mojokerto, diswaymojokerto.id – Perlintasan sebidang kereta api di Dusun Wonoayu, Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, hingga kini masih mengandalkan sistem manual. Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 39 tersebut belum dilengkapi palang pintu otomatis, sehingga penjagaan dilakukan penuh oleh petugas selama 24 jam.

Di tengah meningkatnya mobilitas warga, keberadaan perlintasan tanpa sistem otomatis ini menjadi perhatian. Apalagi, JPL 39 Wonoayu merupakan satu-satunya dari empat perlintasan di Kabupaten Mojokerto yang belum memiliki palang pintu otomatis.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Setyo Budi, menjelaskan bahwa meski belum dilengkapi teknologi otomatis, pengawasan tetap dilakukan secara ketat oleh petugas.

BACA JUGA:Serahkan SK di Hardiknas, Wali Kota Mojokerto Titip Pesan: Sekolah Harus Jadi Rumah Aman dan Membahagiakan

BACA JUGA:Cek Kesehatan Kini Lebih Mudah, Labkesda Jatim Hadir Jadi Andalan Warga

“Untuk saat ini masih manual, dengan penjagaan selama 24 jam. Ada enam petugas yang dibagi dalam tiga sif untuk memastikan perlintasan tetap aman,” ujarnya, Sabtu 2 Mei 2026

Karena belum adanya sistem pengaman otomatis, penggunaan perlintasan ini pun dibatasi. Saat ini, jalur tersebut hanya diperbolehkan dilintasi oleh kendaraan roda dua dan pesepeda, sebagai langkah mengurangi risiko kecelakaan.

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi rel kereta api, terutama di perlintasan tanpa palang pintu otomatis. Pengendara diimbau untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberang.

BACA JUGA:Urus NIB di Jember Hanya Butuh Waktu 15 Menit, UMKM Kini Lebih Mudah Resmi dan Naik Kelas

BACA JUGA:Hardiknas di Kota Mojokerto Jadi Momentum Refleksi, Pemkot Tekankan Pendidikan yang Memanusiakan Manusia

Selain itu, kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci keselamatan. Mengingat, faktor kelalaian manusia masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di perlintasan sebidang.

Pemerintah daerah sendiri terus berupaya meningkatkan fasilitas keselamatan di titik-titik perlintasan kereta api. Namun, sembari menunggu peningkatan infrastruktur, kewaspadaan pengguna jalan tetap menjadi perlindungan utama.

Dengan kondisi yang ada saat ini, keselamatan bukan hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kesadaran setiap pengguna jalan.

Sumber: