147 Guru di Mojokerto Terima SK Kepala Sekolah

147 Guru di Mojokerto Terima SK Kepala Sekolah

Bupati Mojokerto didampingi sekda dan kadis pendidikan saat menyerahkan SK kepala sekolah. -Foto : dok. Diskominfo Kabupaten Mojokerto-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id Sebanyak 147 orang menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto tentang penugasan sebagai kepala sekolah. 

Penyerahan SK berlangsung di Pendopo Pemkab Mojokerto pada Rabu, 20 Mei 2026, mencakup tiga kategori yakni promosi (guru menjadi kepala sekolah), perpanjangan penugasan, dan mutasi guru dengan penugasan sebagai kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar menjelaskan, dari 147 penerima, sebanyak 37 orang merupakan promosi, 78 orang perpanjangan penugasan, dan 32 orang mutasi. "Total penerima SK Bupati Mojokerto penugasan sebagai kepala sekolah adalah sebanyak 147 orang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2026. 

BACA JUGA:11 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan di Mojokerto, Gus Barra Raih Penghargaan dari Bea Cukai

BACA JUGA:Sebanyak 11,1 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp16,6 Miliar di Mojokerto Dimusnahkan

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menegaskan, komitmennya untuk menjalankan kebijakan sesuai peraturan perundang-undangan serta menjaga integritas. 

"Saya pastikan saya tidak akan pernah menerima hal yang dilarang oleh undang-undang. Marilah kita jaga bersama marwah pendidikan ini, jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan penuh integritas," tegasnya. 

Ia menambahkan, kepala sekolah saat ini tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi, tetapi harus menjadi pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, dan penjamin mutu pendidikan, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025. 

BACA JUGA:Sopir Diduga Mengantuk, Bus Sudiro Tunggal Jaya Terguling di Tol Jombang-Mojokerto

BACA JUGA:Kota Mojokerto Disebut Mirip Kota Reno di Nevada Amerika, Dahlan Iskan: Jangan Pernah Merasa Kecil

"Kepala sekolah hari ini tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola administrasi sekolah, tetapi harus menjadi pemimpin pembelajaran," imbuhnya. 

Ia mengatakan, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan membentuk karakter, akhlak, dan keyakinan diri anak didik. 

"Pendidikan ini bukan hanya tentang mentransfer keilmuan. Lebih daripada itu adalah bagaimana menciptakan anak-anak yang berkarakter, anak-anak yang berakhlakul karimah, anak-anak yang percaya tentang kemampuan dirinya," pungkasnya.

 

Sumber: