Bambu Menjadi Karya Seni Bernilai Tinggi, Dahlan Iskan Kepincut Kerajinan Bambu Langka dari Mojokerto

Bambu Menjadi Karya Seni Bernilai Tinggi, Dahlan Iskan Kepincut Kerajinan Bambu Langka dari Mojokerto

Dahlan Iskan berbincang dengan pengrajin bambu Masrukan asal Ngareskidul, Gedeg, Mojokerto-Foto : Elsa Fifayanti-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Agenda Disway Explore Bisnis yang digelar pada 21–22 Mei 2026 di Kota dan Kabupaten Mojokerto bukan sekadar perjalanan menjajaki peluang investasi. Di balik diskusi ekonomi, kunjungan industri, dan pemetaan potensi daerah, terselip kisah sederhana namun menginspirasi dari seorang perajin bambu desa yang berhasil mencuri perhatian rombongan pengusaha nasional.

Adalah Masrukan, perajin asal Desa Ngareskidul, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, yang menjadi sorotan dalam perjalanan bisnis tersebut. Pria yang lebih dikenal dengan nama “Rukan” itu menghadirkan karya kerajinan bambu yang tidak biasa.

Di tangan Rukan, bambu tidak lagi dipandang sebagai material tradisional biasa. Ia mengolahnya menjadi lembaran tipis menyerupai kertas, lalu membentuknya menjadi berbagai produk bernilai seni tinggi. Mulai aksesori, dekorasi, hingga tas mewah dengan tampilan elegan yang disebut-sebut mirip produk merek dunia seperti Hermes.


Salah satu hasil kerajinan bambu berupa tas-Foto : Andi Rohman-

Keunikan karya itu membuat Dahlan Iskan tertarik. Bahkan, dalam kunjungannya, Dahlan langsung memesan beberapa item kerajinan milik Rukan.

Namun ada hal menarik yang justru membuat Dahlan semakin kagum. Saat ditanya soal harga, Rukan belum bisa memastikan nominal pasti dari karya-karyanya tersebut.

BACA JUGA:Disway Explore Business Bersama Dahlan Iskan Kunjungi Kota Mojokerto, 42 Pengusaha Diajak Lihat Potensi UMKM

BACA JUGA:11 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan di Mojokerto, Gus Barra Raih Penghargaan dari Bea Cukai

Bukan karena tidak laku, melainkan karena selama ini ia lebih fokus pada proses penciptaan seni dibanding menghitung keuntungan bisnis.

Rukan dikenal sebagai sosok yang lebih menikmati proses berkarya. Ia tidak terlalu agresif memasarkan produk ataupun mengejar produksi massal. Baginya, setiap karya memiliki nilai artistik dan dikerjakan dengan ketelitian tinggi.


Masrukhan, pengrajin bambu yang masih langka asal Mojokerto-Foto : Elsa Fifayanti-

Karakter itulah yang kemudian menjadi perhatian Dahlan Iskan. Menurutnya, potensi kreatif seperti milik Rukan sangat langka dan layak mendapat dukungan lebih besar.

“Potensi seperti ini harus dikembangkan. Produk kreatif berbahan bambu dengan kualitas seni seperti ini tidak banyak di Indonesia,” ujar Dahlan.

BACA JUGA:Kota Mojokerto Disebut Mirip Kota Reno di Nevada Amerika, Dahlan Iskan: Jangan Pernah Merasa Kecil

Sumber: