SPMB 2026 Dimulai, Dindik Jatim Siagakan 7.212 Operator dan Petugas Helpdesk
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah sekolah menunjukkan kesiapan pelaksanaan pengambilan PIN berjalan cukup baik-Foto : Dok. Kominfo Pemprov Jatim-
Surabaya, Diswaymojokerto.id – Memasuki masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, banyak orang tua dan calon siswa mulai berburu informasi terkait proses pendaftaran SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Timur. Salah satu tahapan awal yang wajib dilakukan adalah pengambilan PIN, yang telah dibuka sejak 28 Mei hingga 9 Juni 2026.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwarnai antrean panjang dan kepanikan calon peserta didik, Dinas Pendidikan Jawa Timur meminta masyarakat tidak terburu-buru datang ke sekolah pada hari-hari pertama. Sebab, waktu pengambilan PIN masih cukup panjang dan seluruh sekolah telah menyiapkan sistem pelayanan untuk membantu peserta.
Untuk mendukung proses tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiagakan 7.212 tenaga operator dan petugas helpdesk yang tersebar di berbagai sekolah. Mereka bertugas membantu proses verifikasi dokumen, pengambilan PIN, hingga menjawab berbagai kendala yang dihadapi calon peserta didik dan orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai-Foto : Dok Kominfo Jatim-
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah sekolah menunjukkan kesiapan pelaksanaan pengambilan PIN berjalan cukup baik. Sistem komputer di sekolah telah terkoneksi dengan server pusat sehingga proses pelayanan dapat dilakukan lebih cepat.
"Yang penting masyarakat tidak panik. Waktu pengambilan PIN masih panjang dan sekolah sudah menyiapkan pelayanan sesuai kapasitas masing-masing," ujarnya.
BACA JUGA:Kabupaten Mojokerto Kembali Raih WTP yang Ke-12, BPK Ingatkan Sejumlah Catatan Pengelolaan Keuangan
BACA JUGA:Jember Pertahankan Opini WTP, Bupati Sebut Jadi Penanda Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah
PIN sendiri merupakan nomor identitas yang wajib dimiliki calon peserta didik sebelum mengikuti proses pendaftaran SPMB. Tanpa PIN, siswa tidak dapat melanjutkan ke tahapan pendaftaran sekolah tujuan.
Karena itu, calon peserta didik dan orang tua diimbau memastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan telah lengkap sebelum datang ke sekolah. Langkah sederhana ini dinilai dapat menghindari antrean yang tidak perlu sekaligus mempercepat proses verifikasi.

Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berebut kuota masuk SMA Negeri-Foto : Istimewa-
Di sejumlah sekolah, petugas ditempatkan di bagian depan untuk memeriksa kelengkapan berkas sebelum peserta masuk ke ruang verifikasi. Dengan cara ini, siswa yang masih memiliki kekurangan dokumen dapat segera melengkapinya tanpa harus mengulang antrean dari awal.
Selain melayani pengambilan PIN, posko SPMB juga membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang masih bingung dengan mekanisme pendaftaran. Petugas siap memberikan informasi mulai dari persyaratan, jalur pendaftaran, proses unggah dokumen, hingga tahapan daftar ulang.
BACA JUGA:561 Pelajar Kota Mojokerto Resmi Jadi Relawan Muda, Siap Menebar Semangat Kemanusiaan
Sumber:

