Diteror Pinjol Palsu, Warga Sidoarjo Mengadu ke Polda Jatim

Diteror Pinjol Palsu, Warga Sidoarjo Mengadu ke Polda Jatim

Sidoarjo, diswaymojokerto - Gara-gara diserang akun pinjaman online (pinjol) palsu, Rohmah Hidayati, warga Kecamatan Buduran, Sidoarjo melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Rabu 24 Juni 2026 malam. 

Rohma mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir, dia diserang dengan akun-akun palsu yang bertujuan menyerang nama baiknya, keluarga dan perusahaan tempat dia bekerja. 

"Saya cek ternyata akunnya, dan pinjolnya itu palsu, tidak terdaftar. Sudah saya blokir, muncul lagi akun-akun baru dengan redaksi yang sama," paparnya kepada wartawan.


Bentuk teror pinjol palsu yang disampaikan lewat akun Instagram. -Foto: Rohmah for diswaymojokerto.id-

Sebagai contoh bahasa bentuk teror itu adalah sebagai berikut, "Tolong bantuannya untuk disampaikan kepada staf Anda di kantor yang bernama Rohmah Hidayati utk segera membayar utangnya di APLIKASI PINJAMAN ONLINE DANA MUDAH PRO...dan seterusnya". 

"Bentuk teror dengan bahasa seperti itu dikirim di Instagram kantor saya. Ke Instagram teman, pimpinan kantor dan keluarga saya. Padahal aplikasi dana pinjaman online itu tidak ada alias fiktif," tambah Rohmah.

Rohmah mengaku telah mengecek di akun Skorlife yang dapat mengecek tunggakan, dan ternyata tidak ada tunggakan sama sekali. "Skorlife itu setera denga BI checking, alhamdulillahnya nama saya tidak tercatut utang", jelasnya 


Surat laporan Rohmah Hidayati ke SPKT Polda Jatim. -Foto: Rohmah for diswaymojokerto.id-

Perempuan berhijab itu menjelaskan jika teror yg dilakukan dua akun @janganmembawamatihutang dan @pantailosarsa tersebut dirasa semakin membahayakan, dirinya, keluarga dan tempat dia bekerja. Karena itu, Rohmah memutuskan untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik dan penyebaran data pribadi ke Poda Jatim. 

 "Sebagai warga negara Indonesia saya berharap mendapat perlindungan dan keadilan," papar Rohmah yang juga General Manager perusahaan jasa Umrah dan Haji di Surabaya itu. 

Dikatakan, dia hanya ingin hidup tenang tanpa ada teror pencemaran nama baik. "Memang kenyataannya akun dan aplikasi yang nyerang itu fiktif. Jadi gimana kita bisa menyelesaikan, memang tujuan mereka hanya untuk mencemarkan nama baik saya dan keluarga. Ya ini jalan terakhir saya, melaporkan ke aparat kepolisian pelindung masyarakat. Semoga kajahatan digital di Indonesia dapat diberantas," harapnya.

Sumber: