Bijak Bermedia Sosial: Kebebasan yang Harus Disertai Tanggung Jawab
Bijak dalam Bermedia Sosial & Saling Menghargai -Foto : Sandra/ Magang (Ilustrasi AI)-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, memperoleh informasi, dan berinteraksi. Kehadiran berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, X, dan WhatsApp membuat setiap orang dapat dengan mudah berbagi informasi, menyampaikan pendapat, hingga membangun jejaring tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, media sosial juga menghadirkan tantangan yang tidak bisa diabaikan. Kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi sering kali dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Karena itu, setiap pengguna dituntut memiliki kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bijak, cerdas, dan bertanggung jawab.
BACA JUGA:Bangkit dari Jurang Kekalahan, Argentina Tunjukkan Mental Juara dan Patahkan Mimpi Mesir
BACA JUGA:AKI Kota Mojokerto Masih Nol, Wali Kota Minta Semua Pihak Waspadai Kematian Bayi
Pada dasarnya, media sosial menawarkan banyak manfaat. Selain menjadi sarana komunikasi, platform digital juga dapat dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan usaha, memperluas jaringan pertemanan, membangun personal branding, hingga menyebarluaskan informasi yang edukatif dan inspiratif.
Sayangnya, tidak sedikit pengguna yang justru memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), penipuan, maupun pencemaran nama baik.

Dampak Cyberbullying-Foto : Sandra/ Magang (Ilustrasi AI)-
Perilaku semacam ini tidak hanya merugikan korban, tetapi juga menciptakan ruang digital yang tidak sehat dan memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Sikap bijak dalam bermedia sosial dapat dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya adalah membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Pastikan setiap informasi berasal dari sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Prinsip "Saring sebelum Sharing" menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat menyesatkan publik.
BACA JUGA:Audiensi dengan BPKPD, Komisi II DPRD Kota Mojokerto Cermati Serapan Anggaran
BACA JUGA:Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab Mojokerto Luncurkan Aplikasi Pelaporan Bencana dan Gerakan
Selain itu, etika dalam berkomunikasi juga harus dijunjung tinggi. Pengguna media sosial perlu menggunakan bahasa yang santun, menghargai perbedaan pendapat, serta menghindari komentar yang bersifat provokatif, menghina, atau menyerang pribadi orang lain.
Sumber:
