Jember Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Data Kemiskinan dan PDRB, BPS RI Siapkan Model untuk Daerah Lain

Jember Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Data Kemiskinan dan PDRB, BPS RI Siapkan Model untuk Daerah Lain

Bupati Jember Muhammad Fawait dan rombongan Pemkab Jember melakukan audiensi ke BPS Pusat-Foto : Tim media Kominfo Jember-

Jember, diswaymojokerto.id - Kabupaten Jember ditetapkan sebagai daerah percontohan (pilot project) nasional dalam implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sekaligus pengembangan penyediaan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulanan.

Penunjukan tersebut diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam memperkuat kualitas data sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Keputusan itu mengemuka dalam pertemuan Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, pada 7 Juli 2026.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa implementasi DTSEN merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

BACA JUGA:Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Perlindungan Anak dari Kekerasan di Pesantren dan Madrasah

BACA JUGA:Saat Malam Menyatukan Warga, Lailatul Ijtima Menjaga Napas Kebersamaan Nahdliyin di Gondang

Melalui sistem tersebut, berbagai basis data sosial akan diintegrasikan dan diperbarui secara berkala agar pemerintah memiliki data yang lebih akurat dalam menyusun kebijakan.

Menurutnya, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga menjadi momentum penting karena menghasilkan berbagai data sosial ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk memperbarui DTSEN.


Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, pada 7 Juli 2026.-Foto : Tim media Kominfo Jember-

Ia menekankan keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas BPS, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah hingga tingkat desa, kelurahan, RT, dan RW agar seluruh masyarakat dapat terdata dengan baik.

Selain itu, BPS RI juga menilai Jember memiliki potensi menjadi daerah percontohan dalam penyusunan PDRB triwulanan. Model tersebut diharapkan mampu menyediakan data ekonomi daerah secara lebih cepat sehingga pemerintah dapat merespons dinamika ekonomi dengan kebijakan yang lebih tepat.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan penunjukan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperbaiki akurasi data kemiskinan sebagai dasar penyaluran bantuan sosial dan penyusunan program pengentasan kemiskinan.

BACA JUGA:Jadi Tuan Rumah KRAI 2026, Tim Robot Unej Hadapi Tekanan Ganda demi Tampil Maksimal

BACA JUGA:Bukan Sekadar Bertanding, Tim Robot Batam Tempuh Ribuan Kilometer demi Tampil di KRAI 2026 Jember

Sumber:

Berita Terkait