Tarot Makin Digemari Gen Z, Psikolog: Bukan Soal Ramalan, tapi Cara Mencari Rasa Tenang

Tarot Makin Digemari Gen Z, Psikolog: Bukan Soal Ramalan, tapi Cara Mencari Rasa Tenang

Kartu Tarot-Foto : Elsa Fifajanti/Ilustrasi AI-

Surabaya, diswaymojokerto.id - Di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks, fenomena kartu tarot kini tidak lagi identik dengan hal-hal mistis. Bagi banyak anak muda, khususnya Generasi Z, tarot justru menjadi ruang untuk mencari jawaban, validasi, atau sekadar ketenangan saat menghadapi ketidakpastian hidup.

Mulai dari persoalan karier, percintaan, pendidikan, hingga masa depan, tak sedikit generasi muda yang memilih melakukan pembacaan tarot ketika merasa buntu. Fenomena ini semakin populer berkat media sosial, di mana konten tarot dengan mudah ditemukan di TikTok, Instagram, hingga YouTube.

Lantas, mengapa tarot begitu menarik bagi Gen Z?

Psikolog Klinis Universitas Airlangga (Unair), Dian Kartika Amelia Arbi, menjelaskan bahwa dari sudut pandang psikologi, meningkatnya minat terhadap tarot lebih berkaitan dengan kebutuhan emosional daripada kepercayaan terhadap ramalan itu sendiri.

Menurutnya, ketika seseorang menghadapi situasi yang tidak dapat diprediksi atau berada dalam kondisi penuh tekanan, muncul keinginan untuk mencari penjelasan yang mampu memberikan rasa aman.

BACA JUGA:SPPG di Mojokerto Kemalingan Hingga Gagal Beroperasi

BACA JUGA:Satgas MBG Selidiki Dugaan Keracunan Makanan di Bangsalsari, Pemkab Jember Pastikan Korban Dirawat Gratis

"Dari perspektif psikologi, salah satunya sebagai cara individu menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak berdaya. Mereka mencari penjelasan eksternal terhadap apa yang sedang dialami agar memperoleh ketenangan," jelas Dian.

Fenomena tersebut sangat dekat dengan karakteristik Generasi Z yang tumbuh di tengah berbagai ketidakpastian. Persaingan dunia kerja, tuntutan akademik, tekanan ekonomi, hingga derasnya arus media sosial membuat banyak anak muda lebih rentan mengalami kecemasan.

Dalam kondisi seperti itu, tarot menawarkan sesuatu yang sederhana: narasi yang terasa personal.

Ketika seorang pembaca tarot mengaitkan makna kartu dengan kondisi seseorang, individu sering kali merasa dipahami tanpa dihakimi. Sensasi itulah yang, menurut psikologi, dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan untuk sementara.

BACA JUGA:Generasi Alpha Makin Dekat dengan Gawai, Guru Ini Punya Cara agar Buku Tak Kehilangan Tempat

BACA JUGA:Comeback Sensasional! Argentina Tekuk Inggris 2-1, Messi Antar La Albiceleste ke Final Piala Dunia 2026

Namun, Dian mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya bersifat sementara apabila tarot digunakan sebagai media refleksi diri.

Sumber: