LaNyalla Usulkan Skema 4P untuk Industri Maritim, Tekankan TKDN hingga Libatkan UMKM Lokal
Anggota DPD RI dari Dapil Jatim, La Nyalla Mataliti berkunjung ke PT PAL Indonesia-Foto : Biro Pers dan Informasi La Nyalla -
Surabaya, diswaymojokerto.id - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendorong pemerintah memperkuat kemandirian industri maritim nasional melalui kebijakan yang berpihak pada produk dalam negeri.
Selain meminta pengadaan kapal untuk kebutuhan negara memprioritaskan PT PAL Indonesia, ia juga mengusulkan model kemitraan Public-Private-People Partnership (4P) yang melibatkan pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat.
BACA JUGA:Smart Farming Masuk Desa Selotapak, Teknologi IoT Didorong Perkuat Pertanian Organik Mojokerto
Usulan tersebut disampaikan LaNyalla usai mengunjungi PT PAL Indonesia di Surabaya, Selasa 28 Juli 2026. Menurutnya, pembangunan industri maritim tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan industri, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal dan tenaga kerja di daerah.
"PT PAL Indonesia adalah ujung tombak kedaulatan maritim kita. Namun untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, pembangunan harus bersifat inklusif sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat," kata LaNyalla.

Pertemuan anggota DPD RI La Nyalla dengan pimpinan PT PAL Indonesia-Foto : Biro Pers dan Informasi La Nyalla -
Dalam kunjungan itu, LaNyalla menyampaikan sejumlah rekomendasi yang akan diteruskan kepada Presiden dan kementerian terkait. Salah satu poin utama adalah perlunya ketegasan pemerintah dalam menerapkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kapal pemerintah yang mengutamakan produk buatan PT PAL Indonesia.
Menurutnya, konsistensi penggunaan produk dalam negeri akan memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus menjaga keberlangsungan rantai pasok industri maritim.
BACA JUGA:Batik Mojokerto Bertransformasi Hijau, Pemkot Genjot Pewarna Alam dan Olahan Limbah Bernilai Ekonomi
BACA JUGA:Tak Lengkap ke Surabaya Tanpa Lapis Tugu, Oleh-Oleh Lembut yang Selalu Diburu Wisatawan
Selain itu, LaNyalla menawarkan konsep Public-Private-People Partnership (4P) sebagai pengembangan dari skema kerja sama pemerintah dan swasta yang selama ini diterapkan. Dalam konsep tersebut, masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan industri melalui keterlibatan UMKM penyedia komponen kapal, industri pendukung, hingga tenaga kerja lokal.
"Kemitraan strategis tidak boleh hanya melibatkan pemerintah dan korporasi besar. Masyarakat harus menjadi bagian dari ekosistem industri agar pembangunan maritim tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menciptakan pemerataan kesejahteraan," ujarnya.

Foto bersama usai pertemuan, antara anggota DPD RI dengan jajaran PT PAL Indonesia-Foto : Biro Pers dan Informasi La Nyalla -
Sumber:
