Narkoba Mulai Sasar Remaja, Keluarga Diminta Perketat Pengawasan Anak
Sosialisasi Narkoba bertema Keluarga Bersih Narkoba (Bersinar) di Kelurahan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jumat 7 Agustus 2026.-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
Mojokerto, diswaymojokerto.id – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba dinilai semakin membutuhkan kewaspadaan dari lingkungan keluarga. Orang tua diminta lebih aktif mengawasi pergaulan anak dan mengenali perubahan perilaku yang dapat menjadi tanda awal penyalahgunaan narkoba.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mengatakan, pencegahan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat penegak hukum. Keluarga dan masyarakat memiliki peran penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dari lingkungan terdekat.
Hal itu disampaikan Ning Ita dalam Sosialisasi Narkoba bertema Keluarga Bersih Narkoba (Bersinar) di Kelurahan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jumat 7 Agustus 2026.
BACA JUGA:Mahasiswa Unej Bawa Pulang Tiga Penghargaan dari Ajang Internasional Singapura-Malaysia
BACA JUGA:Operasi Gabungan di Mojokerto Jaring Puluhan Kendaraan
“Anak-anak kita juga menjadi sasaran. Oleh karena itu sebagai orang tua harus lebih waspada dan mengenali tanda-tandanya. Jangan sampai narkoba masuk ke lingkungan keluarga tanpa kita sadari,” kata Ning Ita.
Menurutnya, modus peredaran narkoba terus berkembang dan dapat menyasar berbagai kelompok, termasuk kalangan remaja. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak perlu diperkuat agar keluarga dapat mengetahui lingkungan pergaulan serta aktivitas anak.

Ning Ita, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota, Cak Sandy dan warga Prajurit Kulon pada acar sosialisasi keluarga bersih narkoba-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
Ning Ita juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur keuntungan cepat dari bisnis narkoba. Selain berisiko menimbulkan ketergantungan dan merusak masa depan, keterlibatan dalam peredaran narkoba juga membawa konsekuensi hukum.
“Lebih baik bekerja dengan penghasilan yang halal meskipun sederhana daripada harus menghadapi konsekuensi hukum yang merugikan diri sendiri maupun keluarga,” ujarnya.
BACA JUGA:Dapur Rumah Warga di Bangsal Mojokerto Terbakar, Diduga Berasal Dari Pembakaran Sampah
Upaya pencegahan, lanjut Ning Ita, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, Polri, hingga masyarakat.
Pemkot Mojokerto juga mendorong penguatan Program Kampung Bersinar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba di tingkat lingkungan.
Sumber:
