Bukan Sekadar Jago Bicara, Begini Cara Membuat Orang Mau Mendengarkan
Trik Memikat dan Mempengaruhi Lawan Bicara karya Yoga Pratama membahas berbagai cara membangun komunikasi-Foto : Sandra/Magang-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Pernah menyampaikan sebuah gagasan dengan penuh keyakinan, tetapi lawan bicara justru terlihat tidak tertarik? Atau mungkin pernah merasa sudah menjelaskan sesuatu berkali-kali, namun pesan yang disampaikan tetap tidak dipahami?
Dalam komunikasi sehari-hari, persoalannya sering kali bukan pada seberapa banyak seseorang berbicara. Ada kalanya, justru cara memilih kata, membaca situasi, mendengarkan, hingga memahami karakter lawan bicara yang menentukan apakah sebuah pesan akan diterima atau diabaikan.
Gagasan itulah yang coba dibahas Yoga Pratama melalui bukunya, Trik Memikat dan Mempengaruhi Lawan Bicara. Buku yang diterbitkan Real Books tersebut mengulas komunikasi, psikologi, pengaruh, dan persuasi dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:Tumpukan Barang Bekas di Rumah Warga Jadi Sorotan Saat PSN di Mojokerto
BACA JUGA:Kebakaran Pabrik Tisu di Mojokerto Akhirnya Padam, 27 Unit Damkar Dikerahkan
Buku ini pertama kali diterbitkan di Klaten pada 2017. Berdasarkan katalog Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, buku tersebut terdiri atas 164 halaman dengan ISBN 978-602-6210-40-1. Sementara katalog Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mencatat cetakan ke-12 pada 2024.
Dari judulnya, buku ini memang menawarkan cara untuk memikat sekaligus memengaruhi lawan bicara. Namun, pengaruh dalam komunikasi tidak selalu berarti membuat orang lain tunduk pada keinginan kita.

Salah satu bagian buku Trik Memikat & Mempengaruhi Lawan Bicara membahas pengaruh pola pikir positif terhadap sikap dan interaksi seseorang.-Foto : Sandra/Magang-
Pengaruh bisa muncul dari sesuatu yang lebih sederhana: bagaimana seseorang menyampaikan gagasan sehingga orang lain bersedia mendengarkan.
Sebab, gagasan yang bagus belum tentu mendapatkan respons yang baik jika disampaikan dengan cara yang keliru. Sebaliknya, pesan yang sederhana bisa menjadi lebih mudah diterima ketika disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi dan karakter orang yang diajak berbicara.
Di sinilah kemampuan membaca lawan bicara menjadi penting.
BACA JUGA:Paparan Asap Rokok Jadi Tantangan Pencegahan Stunting di Mojokerto, Capai 65 Persen
BACA JUGA:Narkoba Mulai Sasar Remaja, Keluarga Diminta Perketat Pengawasan Anak
Setiap orang memiliki pengalaman, kebiasaan, karakter, dan cara menerima informasi yang berbeda. Cara berbicara kepada teman dekat, misalnya, tentu tidak selalu bisa diterapkan ketika berbicara dengan atasan, orang tua, klien, atau seseorang yang baru dikenal.
Sumber:
