Homecare Jember Sasar Enam Kelompok Prioritas, Pemkab Diminta Samakan Mekanisme Layanan
Pemkab Jember memperkuat implementasi Program Homecare melalui Rakor dan Evaluasi yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (7/8/2026). -Foto : Tim media Kominfo Jember-
Jember, diswaymojokerto.id – Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat pelaksanaan Program Homecare yang menyasar masyarakat dengan kebutuhan pelayanan kesehatan tertentu. Enam kelompok ditetapkan sebagai sasaran prioritas, mulai dari lansia yang hidup seorang diri hingga warga kurang mampu dengan penyakit berkepanjangan.
Penguatan program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Homecare di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat 7 Agustus 2026 Pertemuan diikuti jajaran perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, direktur BUMD, serta Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten dan kecamatan.
BACA JUGA:Cabenisasi di Kota Mojokerto Berlanjut hingga 2029, Lebih dari 102 Ribu Bibit Telah Dibagikan
BACA JUGA:9.857 Mahasiswa Baru Mulai Kuliah di Unej, Rektor Ingatkan Tak Bergantung pada AI
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait meminta seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama mengenai sasaran maupun mekanisme pelayanan. Penyamaan persepsi dinilai penting agar pelaksanaan Homecare tidak berbeda-beda di setiap wilayah.
“Yang paling penting adalah kita memiliki pemahaman yang sama mengenai siapa sasaran Homecare dan bagaimana pelayanan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Gus Fawait.

Rakor dan evaluasi dipimpin langsung Bupati Jember Muhammad Fawait-Foto : Tim media Kominfo Jember-
Enam kelompok yang menjadi prioritas Homecare meliputi lansia tunggal, ibu hamil dengan risiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas yang memiliki penyakit penyerta, warga kurang mampu dengan penyakit berkepanjangan, serta tokoh agama.
Kelompok tersebut akan mendapatkan pelayanan melalui kunjungan berkala. Skema ini membuat pelayanan tidak sepenuhnya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi memungkinkan petugas mendatangi warga yang masuk dalam kategori prioritas.
BACA JUGA:Ketika Rindu Tak Lagi Menemukan Jalan Pulang, Senandung Mengajak Berdamai dengan Kehilangan
BACA JUGA:Body Care Viral Picu FOMO? Jangan Sampai Kejar Glow, Kulit Malah Bermasalah
Sementara masyarakat di luar enam kelompok tersebut tetap dapat mengakses layanan Homecare melalui hotline Wadul Gus'e. Permintaan layanan akan lebih dulu melalui proses verifikasi untuk menentukan kebutuhan dan bentuk pelayanan yang diperlukan.
Pola tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan untuk mendapatkan layanan secara langsung.

Tim penggerak PKK ikut rakor dan koordinasi menyampaikan sejumlah pertanyaan atas layanan home care -Foto : Tim media Kominfo Jember-
Sumber:
