Hadapi Era AI dan Tekanan Kuliah, Unej Siapkan Konseling Gratis bagi Mahasiswa Baru
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., memberikan keterangan usai Upacara Pelantikan Mahasiswa Baru.-Foto : Humas Universitas Jember-
Jember, diswaymojokerto.id – Memasuki dunia perkuliahan tidak hanya menuntut mahasiswa baru mampu mengikuti pelajaran. Mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi tekanan akademik, membangun relasi sosial, hingga bijak menggunakan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Persoalan tersebut menjadi perhatian Universitas Jember (Unej) dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang berlangsung 8-15 Agustus 2026.
Selain mengenalkan sistem akademik dan kehidupan kampus, mahasiswa baru yang disapa Aruna Unej mendapat pembekalan mengenai integritas akademik, penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, serta kesehatan mental.
BACA JUGA:Potensi Herbal Selotapak, Trawas Mojokerto Mulai Naik Kelas, dari Kebun ke Produk Siap Jual
BACA JUGA:32 Pramuka Mojokerto Berangkat ke Jamnas XII, Bawa Misi Tambah Pengalaman dan Prestasi
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej, Fendi Setyawan, mengatakan masa awal kuliah menjadi momentum penting untuk membangun karakter mahasiswa. Menurutnya, kemampuan akademik masih dapat dikembangkan selama menjalani perkuliahan, sementara kejujuran dan integritas perlu dibentuk sejak awal.

Suasana mahasiswa baru Universitas Jember mengikuti pembekalan materi dalam rangkaian PKKMB UNEJ 2026-Foto : Humas Universitas Jember-
“Persoalan akademik dan pengetahuan bisa dipelajari sambil berjalan. Namun, basis kejiwaan, kejujuran, dan integritas itulah yang menjadi pondasi utama untuk ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Pembekalan tersebut mencakup pencegahan plagiarisme, budaya antikorupsi, nilai kebangsaan, pencegahan radikalisme, hingga etika berkomunikasi di ruang digital.
Penggunaan AI juga menjadi salah satu tantangan yang mulai dihadapi mahasiswa. Teknologi tersebut dapat membantu mencari informasi dan mendukung proses belajar, tetapi mahasiswa tetap dituntut memahami batas penggunaannya agar tidak menggantikan proses berpikir dan pengerjaan akademik secara mandiri.
BACA JUGA:Lawan Penyakit Tidak Menular, Warga Mojokerto Diajak Tak Malas Bergerak
BACA JUGA:Gus Barra Minta Pendamping Desa Tak Sekadar Dampingi, tapi Kawal Program hingga Berdampak
Selain persoalan akademik dan teknologi, masa transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa. Kerinduan terhadap keluarga, kesulitan beradaptasi, persoalan pertemanan, hingga tekanan tugas dan perkuliahan menjadi sejumlah persoalan yang mungkin muncul pada masa awal kuliah.

Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H., menjelaskan tentang kesehatan mental dalam rangkaian PKKMB UNEJ 2026.-Foto : Humas Universitas Jember-
Sumber:
