ucapan hut ke 81 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk

Perkuat Deteksi Dini, Pemkot Mojokerto Ajak Warga Bersama Putus Penularan TBC

Perkuat Deteksi Dini, Pemkot Mojokerto Ajak Warga Bersama Putus Penularan TBC

Rakor atasi TBC dan penyakit menular lainnya di kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, 12 Agustus 2026-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-

Mojokerto, diswaymojokerto.id – Upaya menekan penularan tuberkulosis (TBC) di Kota Mojokerto tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan. Keterlibatan masyarakat hingga lingkungan tempat tinggal dinilai menjadi bagian penting untuk menemukan kasus lebih cepat dan memutus rantai penularan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam Rapat Koordinasi Atasi Tuberkulosis dan Penyakit Menular Lainnya (RADIASI PEMULA) di Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Rabu 12 Agustus 2026

BACA JUGA:165 Perumahan di Mojokerto Belum Serahkan PSU ke Pemkab

BACA JUGA:SPI Unej Perkuat Kompetensi Auditor Kampus, Bidik Sertifikasi BNSP

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokertoi ini mengatakan, penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, institusi pendidikan, organisasi profesi, dunia usaha, hingga media memiliki peran dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit tersebut.

“Penanganan, pencegahan, dan penanggulangan TBC menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Ning Ita.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan karena penularan TBC dapat terjadi di lingkungan masyarakat dan tidak mengenal batas kelompok. Karena itu, pemahaman mengenai faktor risiko dan cara mencegah penularan perlu terus diperkuat.


Peserta Rakor atasi TBC dan penyakit menular lainnya di kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, 12 Agustus 2026 berfoto bersama-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-

Ning Ita menyebut sejumlah kelompok perlu mendapat perhatian lebih, di antaranya perokok aktif dan pasif serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, HIV, dan hipertensi.

Ia mendorong masyarakat mengenali faktor risiko tersebut agar dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini, terutama untuk melindungi anggota keluarga.

“Setelah kita mengenali mana saja yang menjadi potensi terpapar TBC, kita harus paham bagaimana mencegahnya. Minimal kita bisa menjaga diri sendiri dan keluarga agar terhindar dari penyakit ini,” ujarnya.

BACA JUGA:Tim KP3 Kota Mojokerto Pastikan Ketersediaan dan Distribusi Pupuk Subsidi di Kota Mojokerto Aman

BACA JUGA:Hasil Autopsi, Bayi Dikubur Samping Rumah di Kutorejo Mojokerto Diduga Tewas Usai Dibekap

Selain pencegahan, deteksi dini menjadi perhatian dalam penanggulangan TBC. Skrining dan pelacakan terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan pasien menjadi langkah penting untuk menemukan kasus baru sebelum penularan semakin meluas.

Sumber: