Terasi Lebih Awet, Mahasiswa Unej Ciptakan Fermentor Pintar Bertenaga Surya
Penerapan Inovasi PKM-PI di Industri Terasi Udang Desa Puger Jember-Foto : Humas Universitas Jember-
Jember, diswaymojokerto.id - Proses membuat terasi selama ini tak selalu berjalan mulus. Kontaminasi mikroorganisme bisa membuat bahan fermentasi membusuk dan berujung pada kerugian bagi pelaku usaha.
Persoalan itu mendorong lima mahasiswa Universitas Jember (Unej) mengembangkan fermentor pintar berbasis energi surya. Alat tersebut dirancang untuk membantu menjaga proses fermentasi tetap terkontrol, mengurangi risiko kontaminasi, sekaligus membuat produksi terasi lebih efisien dan ramah lingkungan.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Lomba, Pejabat Pemkot Mojokerto Adu Kekompakan di HUT ke 81 RI
BACA JUGA:Dua Motor Adu Banteng di Gondang Mojokerto, Tiga Orang Tewas
Inovasi itu dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI). Tim terdiri atas Sozia Dikria Aulina Amahera dari Proteksi Tanaman, Ezra Immanuel Nugroho, Muhammad Naufal Zuhdi, dan Mochammad Rangga Ramadhani dari Teknik Mesin, serta Randi Ageng Satrio dari Teknik Elektro.
Gagasan membuat fermentor pintar muncul setelah tim melihat persoalan yang dihadapi pelaku usaha pengolahan terasi. Ketika proses fermentasi gagal akibat kontaminasi, bahan yang seharusnya menjadi produk bernilai jual justru bisa membusuk dan tidak dapat dipasarkan.
Fermentor yang dikembangkan tim bekerja dengan memanfaatkan energi matahari. Panel fotovoltaik mengubah cahaya matahari menjadi listrik, kemudian energi tersebut disimpan dalam baterai untuk digunakan sebagai sumber daya alat.
BACA JUGA:Bahas Program Imbal Jasa Lingkungan, Tim Mewlafor Fasilitasi Pertemuan Rekanan Terkait
BACA JUGA:Bawaslu Mojokerto - PWI Mojoketo Raya Perkuat Demokrasi, Siapkan Pemilu 2029 Berintegritas
Sistem kontrol di dalam fermentor dilengkapi mikrokontroler, sensor suhu, dan sensor kelembapan. Perangkat tersebut memungkinkan kondisi selama fermentasi dipantau dan dikendalikan secara otomatis.
Dengan sistem itu, proses fermentasi diharapkan lebih stabil sehingga kualitas terasi yang dihasilkan menjadi lebih konsisten dan memiliki daya simpan lebih baik.
“Sebagian besar UMKM pengolahan terasi berada di wilayah pesisir yang memiliki potensi sinar matahari melimpah. Kami tidak hanya ingin menciptakan alat yang mampu menjaga kualitas fermentasi, tetapi juga teknologi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM,” kata Sozia.

Bentuk Fermentator Pintar Berbasis Fotovoltaik-Foto : Humas Universitas Jember-
Pemanfaatan energi surya juga menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan panel surya memungkinkan fermentor beroperasi tanpa sepenuhnya bergantung pada listrik dari jaringan.
Sumber:

