ucapan hut ke 81 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk

Lucky Strike: Ketika Bertahan Hidup Menjadi Satu-Satunya Jalan Pulang

Lucky Strike: Ketika Bertahan Hidup Menjadi Satu-Satunya Jalan Pulang

Poster film Lucky Strike menampilkan sosok prajurit di tengah suasana peperangan yang penuh ketegangan.-Foto : Sandra/Gambar dari Youtube-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Bagi seorang prajurit yang terjebak di belakang garis musuh, pulang bukan lagi sekadar soal menemukan jalan. Pulang berarti bertahan hidup cukup lama untuk bisa kembali.

Situasi itulah yang menjadi inti cerita Lucky Strike, film aksi-perang garapan Rod Lurie yang mengikuti perjuangan seorang prajurit Amerika di tengah berkecamuknya Perang Dunia II.

BACA JUGA:Saat Kota Mojokerto Terlelap, Doa untuk Para Pahlawan Menggema di TMP Gajah Mada

BACA JUGA:Peringati HUT ke 81 Kemerdekaan RI, BPDAS Brantas Sampean Tanam 81 Pohon

Film ini membawa penonton ke kawasan Ardennes pada Desember 1944, ketika Pertempuran Bulge berlangsung. Pasukan Jerman melancarkan serangan besar terhadap pasukan Sekutu, menciptakan kekacauan di medan perang.

Di tengah situasi tersebut, Kapten John Castle yang diperankan Scott Eastwood terluka dan terpisah dari pasukannya. Ia kemudian mendapati dirinya berada jauh di belakang garis pertahanan musuh, seorang diri dengan kondisi fisik yang tidak lagi prima.


Ketegangan semakin terasa ketika sejumlah tentara berada di tengah perjalanan menggunakan kendaraan militer namun di kepung oleh musuh-Foto : Sandra/Gambar dari Youtube-

Tidak banyak pilihan yang tersedia bagi Castle. Ia harus bertahan hidup sekaligus mencari cara untuk kembali bergabung dengan pasukannya.

Perjalanan itu tentu bukan perkara mudah. Setiap langkah membawa risiko. Musuh bisa muncul kapan saja, sementara luka yang diderita membuat kemampuan Castle untuk bergerak semakin terbatas.

Dalam kondisi seperti itu, ketakutan dan keputusasaan justru menjadi musuh yang tidak kalah berbahaya dibanding pasukan lawan.

BACA JUGA:80 Paskibraka Kabupaten Mojokerto Ditempa, Bupati Tekankan Kekompakan hingga Ketahanan Mental

BACA JUGA:76 Paskibraka Kota Mojokerto Dikukuhkan, Tugas Tak Berhenti di Lapangan Upacara

Castle harus menentukan kapan harus bergerak, kapan bersembunyi, dan kapan mengambil risiko. Ia tidak hanya berhadapan dengan medan perang, tetapi juga dengan kesepian dan ketidakpastian yang terus membayangi.

Salah satu benda penting dalam perjuangannya adalah radio Motorola SCR-300. Perangkat komunikasi tersebut memberi Castle peluang untuk menghubungi pasukan Sekutu dan menemukan jalan kembali.

Sumber: