ucapan hut ke 81 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk

Bantuan Air Bersih Berakhir 11 September, 5.000 Lebih Warga Mojokerto Masih Hadapi Kekeringan

Bantuan Air Bersih Berakhir 11 September, 5.000 Lebih Warga Mojokerto Masih Hadapi Kekeringan

Bantuan droping bersih untuk tiga desa terdampak kekeringan di Kabupaten Mojokerto mulai digulirkan-Foto : Istimewa-

Mojokerto, diswaymojokerto.id Bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk tiga desa di kaki Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto, akan berakhir pada 11 September 2026. Namun, ancaman kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga penghujung tahun.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersiap melanjutkan distribusi air bersih menggunakan anggaran APBD 2026 setelah bantuan dari Pemprov Jatim berakhir.

BACA JUGA:PT PIM Mojokerto Raih Penghargaan Perusahaan Tertib Ukur, Bupati Tekankan Perlindungan Konsumen

BACA JUGA:Harga Emas Naik, Indeks Fluktuasi Harga Mojokerto Tembus 0,12 Persen pada Agustus

Tiga desa yang hingga kini terdampak kekeringan yakni Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro serta Desa Duyung di Kecamatan Trawas. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Mojokerto, total 6.703 jiwa atau 2.776 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih di tiga wilayah tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur telah berlangsung selama 43 hari, sejak 22 Juli hingga 11 September 2026.


Warga sudah biasa mengalami kekeringan setiap musim kemarau-Foto : Fio Atmaja-

“Bantuan dropping air bersih nanti akan dilanjutkan oleh Pemkab Mojokerto. Kami akan melakukan assessment terlebih dahulu,” kata Abdul Khakim, Kamis 3 September 2026

Assessment diperlukan untuk memastikan kondisi kebutuhan air di masing-masing desa sebelum Pemkab Mojokerto menentukan pola distribusi berikutnya. Dengan begitu, bantuan dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan warga di lapangan.

BACA JUGA:Mahasiswa Unej Petakan 5 Jalur Rawan Begal di Lumajang, Warga Bisa Cek Rute Lebih Aman

BACA JUGA:Maulid Nabi di Pemkab Mojokerto, Gus Barra Ingatkan ASN, Jabatan Bukan Sekadar Amanah Administrasi

Selama program berjalan, BPBD menyalurkan air bersih setiap hari menggunakan tangki berkapasitas 4.000 liter. Desa Kunjorowesi mendapat jatah empat tangki per hari, Desa Manduro Manggung Gajah satu tangki, sedangkan Desa Duyung dua tangki.

Total kuota bantuan yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencapai 300 tangki.

Untuk Desa Manduro Manggung Gajah, jumlah distribusi saat ini dikurangi menjadi satu tangki per hari dari sebelumnya tiga tangki. Pengurangan dilakukan karena persediaan air di desa tersebut masih dinilai mencukupi. Distribusi akan kembali ditambah apabila kebutuhan warga meningkat.

Sumber: