ucapan hut ke 81 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk

Cemas, Susah Tidur, hingga Masalah Pacar, 288 Mahasiswa Unej Datang Konseling

Cemas, Susah Tidur, hingga Masalah Pacar, 288 Mahasiswa Unej Datang Konseling

Kegiatan Promotif: penguatan peran Peer Counsellor sebagai Strategi Peningkatan Layanan Konseling Mahasiswa dalam Mendukung SDG's 3 ( Good Health and Well-Being dan 4 ( Quality Education ), 31 Agustus 2026, di Aula Gedung Soedjarwo LPMPP-Foto : Humas Universitas Jember-

Jember, diswaymojokerto.id Masalah keluarga, pertemanan, hubungan asmara, hingga relasi dengan dosen menjadi sebagian persoalan yang mendorong mahasiswa Universitas Jember (Unej) mencari bantuan konseling. Sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 288 mahasiswa tercatat menggunakan layanan konseling melalui Sistem Informasi Konseling Akademik (SISKA).

Dari jumlah tersebut, 27 mahasiswa dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Angka ini meningkat dibandingkan 2025, ketika layanan SISKA digunakan 206 mahasiswa dan delapan di antaranya mendapat rujukan ke fasilitas kesehatan.

Koordinator Pusat Layanan Konseling dan Difabel (PLKD) Unej, Emi Wuri Wuryaningsih, mengatakan keluhan yang paling banyak disampaikan mahasiswa berkaitan dengan kecemasan. Kondisi itu tidak jarang mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk membuat mahasiswa sulit tidur.

BACA JUGA:Antibiotik Tak Mempan, Mahasiswa Unej Uji Virus Pembunuh Bakteri untuk Lawan Keracunan Makanan

BACA JUGA:Antrean BBM Mulai Terurai, Pemkab Jember Desak Pertamina Evaluasi Distribusi

"Keluhan yang banyak kami terima adalah kecemasan, yang membuat mereka gelisah bahkan membuat susah tidur. Penyebabnya ada yang karena masalah dengan keluarga, pertemanan, hingga pacar, juga termasuk relasi dosen-mahasiswa," ujar Emi saat ditemui di Unej, Jumat 11 September 2026

Emi yang juga dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan Unej menjelaskan, persoalan psikologis mahasiswa tidak selalu bersumber dari kegiatan akademik. Hubungan sosial dan persoalan pribadi juga dapat memengaruhi kondisi mental mahasiswa selama menjalani perkuliahan.

Untuk memudahkan mahasiswa mencari bantuan, Unej menyediakan layanan konseling melalui PLKD yang berada di bawah Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP). Salah satu pintu masuk layanan tersebut adalah aplikasi SISKA yang dikembangkan sejak 2025.


Kegiatan: Penguatan Literasi Dosen Pembimbing Akademik (DPA) tentang kesehatan mental dan ketrampilan konseling dasar (Praktik dan Fasilitator)-Foto : Humas Universitas Jember-

Melalui SISKA, mahasiswa dapat mengakses konseling tanpa harus melalui proses pendaftaran yang rumit. Mahasiswa juga memiliki pilihan konselor sesuai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

Saat ini, layanan SISKA didukung lebih dari 100 konselor. Pilihan tersebut memungkinkan mahasiswa mencari sosok yang dirasa paling tepat untuk mendengarkan persoalan mereka, baik terkait akademik maupun masalah pribadi.

"Jadi, SISKA tidak sekadar menjadi aplikasi untuk melakukan pendaftaran konseling. Lebih dari itu, SISKA menjadi bagian dari transformasi digital layanan dukungan mahasiswa di Universitas Jember," kata Emi.

BACA JUGA:Tunggu Struk Pembelian, Pria Asal Sidoarjo Meninggal Mendadak di Minimarket Mojokerto

BACA JUGA:Game Bersuara dan Terapi Sensori, Inovasi Ubaya untuk Pembelajaran di SLB

Sumber: