Tercium Bau dan Kecut, Sekolah di Kota Mojokerto Kembalikan Menu MBG

Kamis 27-11-2025,21:00 WIB
Reporter : Fio Atmaja
Editor : Elsa Fifajanti

Mojokerto, Diswaymojokerto.id - SD Muhammadiyah Plus, di Jalan Taman Siswa, Kelurahan Purwotengah, Kranggan, Kota Mojokerto, mengembalikan paket program makan bergizi gratis (MBG) karena tercium bau kecut dan dianggap tidak layak untuk dimakan. 

Makanan MBG yang tidak dimakan para siswa terlihat ditumpuk di pendapa depan sekolah. Paket makanan dikemas dalam wadah ompreng dan masih terikat tali rafia itu ketika dibuka sedikit mengeluarkan bau kurang sedap, cenderung kecut.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus, Rosdliyah menjelaskan, awal mula temuan bau kecut tersebut berawal dari salah satu guru mencicipi kuah bakso yang dimasukkan ke cup plastik menjadi bagian menu MBG hari itu, terdiri dari bakso, nasi, mie, tahu putih, dan jeruk.

“Setelah dicicipi memang rasanya agak kecut. Sudah ada beberapa siswa yang makan, tapi tidak sampai habis,” ujarnya, Kamis, 27 November 2025. 

BACA JUGA:20 Booth Marakkan Expo HIPMI Expo 2025, Semua tentang Kreativitas

BACA JUGA:Hadapi Potensi Bencana Banjir dan Kebakaran, Tim Siaga Bencana Diresmikan

Melihat kondisi itu, pihak sekolah langsung melapor ke pengelola SPPG dan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. “Pihak pengelola besok diganti dengan menu keringan. Jadi besok dobel. Ada 299 siswa yang menerima MBG,” katanya. 

Selain di SD Muhammadiyah, keluhan serupa juga muncul dari sekolah lain yang menerima suplai dari titik yang sama. Berdasarkan informasi di lapangan menyebutkan bahwa suplai MBG untuk SD Muhammadiyah Plus berasal dari SPPG Purwotengah.

Pengelola SPPG Purwotengah, Heri Kiswanto, membenarkan adanya permasalahan dalam menu hari itu. Bahkan, ia mengaku banyak menerima komplain dari sekolah lain, seperti TK Bhayangkari, SDN Gedongan 1, dan SD Katolik Wijana Sejati.

“Iya, mohon maaf. Itu menunya kuah dan bakso dicampur terus masih panas lalu ditutup. Penyebab kecutnya di situ. Harusnya bakso dan kuah dipisah,”  jelasnya. 

BACA JUGA:Pengurangan Dana Transfer dari Pusat Rp270,6 Miliar Tetap Masuk Jember dalam Bentuk Bangunan Fisik

BACA JUGA:Pria di Mojokerto Dikeroyok 4 Orang Tidak Dikenal Saat Beli Kopi di Angkringan

Pihaknya memastikan akan mengganti paket MBG untuk sekolah-sekolah yang komplain pada esok harinya. "Besok diganti, keringan dua dan makanan ringan satu. Tadi saya tawarkan pengganti hari ini tapi tidak mau, mintanya keringan besok,” tambahnya. 

Ia menambahkan, distribusi hari ini telat dari biasanya. Ia menegaskan bahwa penggantian makanan diberikan hanya kepada sekolah yang melayangkan keluhan.

“Tadi ahli gizi juga sudah datang ke sekolah-sekolah yang komplain. Intinya kami minta maaf,” pungkasnya.

Kategori :