Kusta Penyakit Infeksi Bisa Disembuhkan, Bukan Penyakit Kutukan

Jumat 16-01-2026,17:23 WIB
Editor : Elsa Fifajanti

Jakarta, diswaymojokerto.id - Penyakit kusta yang muncul di masyarakat sering distigmatisasi sebagai penyakit turunan, padahal kusta bukan penyakit kutukan, melainkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, sulit menular, memiliki tingkat fatalitas hampir nol, serta dapat disembuhkan.

Hal tersebut disampaikan Menkes Budi dalam talkshow “Ending Leprosy Without Stigma” yang digelar di gedung Kementerian Kesehatan RI, Kamis 15 Januari 2026.

Acara ini menghadirkan WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa, serta penyintas kusta Samsul, yang membagikan pandangan dan pengalaman terkait penghapusan stigma.

“Kusta bukan kutukan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, penularannya sangat sulit dan membutuhkan waktu lama. Yang terpenting, kusta sudah ada obatnya dan bisa sembuh,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin,  seperti dikutip dari laman Kemenkes RI, 15 Januari 2026. 

Ia menekankan stigma membuat penderita takut dan malu melapor sehingga pengobatan sering terlambat. Menurutnya, pemberian informasi yang benar menjadi kunci untuk memutus stigma dan mempercepat penanganan kusta di masyarakat.

BACA JUGA:Tempat Usaha Makan di Mojokerto Terbakar, Tiga Unit PMK Dikerahkan

BACA JUGA:Polisi di Kota Mojokerto Gagalkan Belasan Remaja Diduga Hendak Konvoi dan Tawuran

Dalam kesempatan yang sama, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa, menyampaikan optimismenya terhadap upaya Indonesia dalam menghapus kusta.

“Dengan komitmen yang sangat kuat ini, saya yakin Indonesia akan mampu mengeliminasi kusta,” ujar Sasakawa.

Menkes Budi menambahkan meningkatnya jumlah kasus yang terdeteksi setelah berbagai program dijalankan justru merupakan tanda positif. Hal tersebut menunjukkan semakin banyak penderita yang berani melapor dan mendapatkan pengobatan.

Sementara itu, Samsul, penyintas kusta sejak 1999, menceritakan pengalamannya menghadapi diskriminasi akibat kurangnya pengetahuan. Ia menilai penyebaran informasi yang sederhana dan mudah dipahami, khususnya kepada guru dan masyarakat umum, sangat penting untuk menghapus stigma bahwa kusta adalah penyakit yang menakutkan.

“Awalnya teman-teman menjauhi saya karena mereka tidak tahu. Tapi setelah saya jelaskan dan mereka melihat saya baik-baik saja, lama-kelamaan mereka bisa menerima dan berteman kembali, bahkan sampai saya kuliah,” ujar Syamsul.

Ia menilai penyebaran informasi yang sederhana dan mudah dipahami, khususnya kepada guru dan masyarakat umum, sangat penting untuk menghapus stigma bahwa kusta adalah penyakit yang menakutkan dan tidak dapat disembuhkan.

 

Kategori :