Mojokerto, diswaymojokerto.id – Setelah melewati proses seleksi yang cukup Panjang, akhirnya pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto terpilih. Pengurus Baznas Kota Mojokerto periode 2026-2031 ini berjumlah 3 orang, berkurang disbanding periode sebelumnya 5 orang.
Tiga orang pengurus Baznas Kota Mojokerto tersebut masing-masing adalah, Dwi Hariadi (Ketua), Muhtadi (Wakil Ketua I) dan Akhnan (Wakil Ketua II).
Saat melantik pengurus Baznas Kota, Selasa 3 Februari 2026, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan pentingnya amanah, integritas, dan profesionalisme dalam pengelolaan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah
Ning Ita mengakui jumlah pengurus kini berkurang dari lima menjadi tiga orang, namun ia menegaskan bahwa efisiensi tersebut tidak boleh mengurangi kinerja lembaga.
Dwi Hariadi terpilih menjadi Ketua Baznas Kota Mojokerto-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
‘’Saya optimis meskipun jumlah pengurusnya tiga orang, kinerja Baznas tetap maksimal dan tidak mengurangi output maupun kualitas pengelolaan zakat di Kota Mojokerto,” tuturnya.
Ning Ita menegaskan bahwa tugas sebagai pengurus Baznas merupakan amanah besar karena menyangkut pengelolaan ZIS dari aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat. Tanggung jawab tersebut tidak hanya kepada publik dan para muzakki, tetapi juga kepada Allah SWT.
BACA JUGA:Dorong Akselerasi Inovasi Industri F&B, PT L N K Resmikan Ellenka Xperience Center di 2 Tempat
BACA JUGA:Rampas dan Jual Mobil Debitur di Mojokerto, Tiga Debt Collector Diringkus Polisi, Satu Masih Buron
“Amanah ini berat karena pertanggungjawabannya bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Karena itu harus dijalankan dengan benar dan penuh integritas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan ZIS secara profesional dan modern dengan berbasis data, perencanaan yang matang, serta sistem monitoring dan evaluasi yang jelas agar hasilnya terukur. Transparansi dan akuntabilitas, lanjutnya, menjadi kunci untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan sambutan-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-
“Kepercayaan ASN dan masyarakat adalah modal utama. Kalau dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, maka kepercayaan publik akan semakin meningkat,” tambahnya.
Selain itu, Ning Ita mendorong Baznas terus berinovasi dalam menghimpun zakat, tidak hanya mengandalkan kontribusi dari ASN, tetapi juga memperluas partisipasi masyarakat dan badan usaha.
BACA JUGA:Beras Merah: Investasi Kesehatan dalam Setiap Butiran