Khawatir Kepunahan Serangga, Mahasiswa Unej Buat Konsep Laboratorium Pintar Berbasis AI

Rabu 11-03-2026,23:32 WIB
Reporter : Indra GM
Editor : Andung

 

Jember, Diswaymojokerto.id – Kekhawatiran terhadap populasi serangga yang terus menurun membuat 3 mahasiswa Unibersitas Jember (Unej) berusaha membuat terobosan. Hasilnya, mereka berhasil membuat laboratorium serangga pintar berbasis digital untuk menyelamatkan serangga langka di Indonesia.

Ke 3 mahasiswa Unej itu antara lain, Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri dari Pendidikan Biologi FKIP, yang berhasil merancang sebuah konsep inovasi bernama ‘EntoSphere’. Ini sebuah konsep laboratorium untuk menjaga kelestarian alam, berbasis digital menggunakan teknologi AI.

Menurut Nadzar Thariqy Achsan, ide ini lahir sebagai solusi edukatif atas kekhawatiran mereka terhadap populasi serangga yang terus menurun. Dia menyebutkan, melalui esai ilmiahnya, mereka bertiga ingin menghadirkan pembelajaran biologi yang tidak hanya sekadar teori, tetapi juga aplikatif dalam menjaga ekosistem.


Konsep ‘EntoSphere’ yang disampaikan Mahasiswa FKIP Unej untuk pemanfaatan serangga -Dok Humas Unej for Disway Mojokerto-

Mereka tergugah setelah melihat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem. ‘’Kebanyakan masyarakat mengaggap seragga sebagai hama atau binatang pengganggu yang harus dihilangkan,’’ katanya, Rabu, 11 Maret 2026.

BACA JUGA:Persoalan Sampah Bisa Diurai dan Dipilah Sejak dari Rumah Tangga ‎

BACA JUGA:3.577 Warga Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto Peroleh BCP Pemerintah.

Padahal, setiap serangga mempunyai peran masing-masing, bahkan ada yang justru bermanfaat bagi lingkungan. Karena itu, mereka kemudian berusaha mengamati kehdupan serangga dengan cara spesifik agar serangga tidak terganggu kehidupannya.

“Kepedulian kami terhadap kelestarian serangga ini datang dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” tandas Nadzar menegaskan peran penting serangga.

Dalam rancangannya, EntoSphere bukan sekadar kandang biasa, melainkan laboratorium interaktif yang mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things). Konsep ini memanfaatkan sensor suhu dan kamera khusus untuk memantau serangga tanpa mengganggu aktivitas alaminya.

Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis. Nadzar menjelaskan, integrasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time, sehingga pemantauan populasi serangga menjadi lebih akurat dan terstandar.

BACA JUGA:Pencurian Motor Guru SD di Mojokerto Digagalkan Polisi, Dua Pelaku Diamankan

BACA JUGA:Kecanduan Judol, Pria Nekat Curi Truk Crane di Mojokerto

Dia menjelaskan, konsep EntoSphere ini jika diimplementasikan di sekolah, akan mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan lewat program Insecta Cops. ‘’Di sini, siswa diajak menganalisis hubungan antara lingkungan dan perilaku serangga berdasarkan data lapangan yang nyata,’’ paparnya.

Menurut dia, pendekatan ini memperkuat literasi sains, kemampuan analitis, dan integrasi multidisipliner antara biologi, teknologi, serta analisis data. ‘’Sehingga proses belajar tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan berbasis bukti dan pengalaman langsung,’’ ungkapnya.

Meski baru berupa ide dan gagasan kreatif dalam bentuk esai, inovasi yang menitikberatkan pada teknologi dan isu lingkungan ini berhasil menyabet Juara 5 dalam ajang Nasional Essay Competition REAGENTS Generasi Peneliti pada Desember 2025 lalu. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah meyakinkan dewan juri melalui presentasi yang kuat dan kritis secara daring.

Nadzar berharap gagasan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. Ia juga mengapresiasi dukungan kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif.

BACA JUGA:Festival Musik Patrol Unej dapat Apresiasi Khusus dari Wabup Jember

BACA JUGA:Pikap Muatan Makanan Ringan Terguling di Tol Surabaya-Mojokerto Akibat Ban Lepas

Dia berharap universitas terus mendukung ruang-ruang confirming ide dan pengembangan potensi mahasiswa. ‘’Karena lingkungan yang supportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi,’’ tambahnya.

Sedangkan untuk mahasiswa lain, Nadzar berpesan jangan ragu memulai dan jangan takut gagal. ‘’Karena proses mencoba, belajar, dan konsisten itulah yang akhirnya membawa kita pada prestasi,’’ ungkapnya lagi.

Kategori :