Mojokerto, diswaymojokerto.id - Di penghujung bulan suci, suasana malam ke-29 Ramadan terasa berbeda. Masjid-masjid mulai dipenuhi jamaah yang datang dengan satu harapan yang sama: meraih Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan.
Malam ke-29 Ramadan yang jatuh pada hari ini menjadi salah satu malam ganjil terakhir yang dipercaya memiliki peluang besar sebagai Lailatul Qadar. Sejak usai salat tarawih, jamaah tampak bertahan di dalam masjid untuk melanjutkan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, zikir, hingga i’tikaf.
Di berbagai daerah, termasuk kawasan permukiman dan pusat kota, aktivitas ibadah meningkat signifikan. Banyak umat Muslim memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta berharap mendapatkan keberkahan di akhir Ramadan.
Seorang jamaah khusyuk memanjatkan doa di malam ke-29 Ramadan, memohon ampunan dan keberkahan di penghujung bulan suci.-Foto : Habib Magang-
“Biasanya malam-malam terakhir seperti ini saya usahakan lebih lama di masjid. Semoga bisa dapat Lailatul Qadar,” ujar Ahmad, salah satu jamaah yang ditemui usai mengikuti rangkaian ibadah malam.
Fenomena ini tidak lepas dari keyakinan umat Islam bahwa Lailatul Qadar hadir di salah satu malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Karena itu, malam ke-29 menjadi momen penting sekaligus kesempatan terakhir bagi sebagian orang yang belum maksimal di malam-malam sebelumnya.
Selain di masjid, sebagian masyarakat juga menghidupkan malam dengan ibadah di rumah bersama keluarga. Suasana khusyuk terlihat dari lantunan ayat suci Al-Qur’an hingga doa-doa yang dipanjatkan secara khidmat.
BACA JUGA:Bagi Takjil Unik di Tjiwi Kimia : Dari Karyawan, oleh Karyawan, untuk Karyawan
BACA JUGA:Jelang Lebaran 2026, Segini Lonjakan Penumpang Kereta Api di Stasiun Mojokerto
Tak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja juga mulai dilibatkan untuk merasakan suasana malam penuh berkah ini. Orang tua mengajak mereka untuk ikut salat malam atau sekadar menemani berzikir, sebagai bentuk pendidikan spiritual sejak dini.
Di sisi lain, para pedagang makanan ringan dan minuman hangat di sekitar masjid juga merasakan berkah tersendiri. Mereka tetap berjualan hingga larut malam untuk melayani jamaah yang beristirahat sejenak setelah beribadah.
Jamaah memadati masjid untuk melaksanakan tadarus Al-Qur’an pada malam ke-29 Ramadan, berharap meraih Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan-Foto : Habib Magang-
Malam ke-29 Ramadan menjadi pengingat bahwa waktu semakin sempit. Umat Muslim diharapkan dapat memanfaatkan sisa waktu dengan sebaik-baiknya sebelum Ramadan benar-benar berakhir.
Dengan penuh harap, doa-doa terus dipanjatkan. Sebab bagi banyak orang, malam ini bukan sekadar penutup, melainkan kesempatan terakhir untuk meraih kemuliaan yang mungkin tidak datang dua kali.