BACA JUGA:Libur Panjang Iduladha 2026, Stasiun Mojokerto Dipadati Ribuan Penumpang
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak bergantung pada birokrasi panjang. Kepemimpinan diharapkan lebih mandiri, responsif, dan terukur.
Transformasi itu kemudian diperkuat melalui evaluasi menyeluruh terhadap berbagai sektor penting universitas. Bidang akademik, kemahasiswaan, alumni, hingga pengabdian masyarakat dievaluasi langsung oleh Wakil Rektor terkait, Assoc. Prof. Dr. Imaduddin, M.Pd.
Sementara itu, aspek tata kelola dan keuangan dipaparkan oleh Samsul Huda, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan. Evaluasi tersebut menitikberatkan pada pengelolaan institusi yang sehat, transparan, dan akuntabel.
BACA JUGA:Penerbangan Surabaya–Jember Kembali Dibuka, Mobilitas Bisnis dan Wisata Diprediksi Meningkat
BACA JUGA:Di Tengah Ekonomi yang Belum Pulih, Semangat Berbagi Warga Kota Mojokerto Tetap Menyala
Di sisi lain, penguatan jejaring dan kerja sama institusi turut menjadi perhatian penting. Dr. Akh. Fauzi Hamzah, M.Pd. menegaskan pentingnya memperluas kolaborasi agar UII Dalwa semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.
Setelah seluruh evaluasi dipaparkan, forum dilanjutkan dengan penyusunan program kerja masing-masing unit dan diparipurnakan melalui sidang pleno. Dari sanalah arah perjalanan empat tahun ke depan mulai dirumuskan bersama.
Situasi di dalam gedung pertemuan, rapat kerja pengurus-Foto : Istimewa-
Hari itu, Dalwa Sport Center tidak hanya menjadi ruang rapat. Ia menjelma titik awal konsolidasi besar sebuah kampus yang tengah berbenah. Tidak hanya membangun gedung dan fasilitas, tetapi juga membangun cara berpikir, cara memimpin, dan cara mengabdi.
Di tengah semangat Iduladha yang mengajarkan keikhlasan dan pengorbanan, UII Dalwa sedang menegaskan satu hal: menjadi kampus unggul dimulai dari kesediaan seluruh elemennya untuk berjalan dalam satu langkah khidmah yang sama.