Mahasiswa Brunei Rela Biayai Sendiri Program Mengajar di Unej, Pulang Membawa Pengalaman Berharga dari Jember

Senin 03-08-2026,17:16 WIB
Reporter : Indra GM
Editor : Elsa Fifajanti

Jember, diswaymojokerto.id – Pengalaman mengajar di Indonesia meninggalkan kesan mendalam bagi Pengiran Mohamed Zulhilmi, mahasiswa Master of Teaching Primary dengan spesialisasi Education Mathematics di Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education (SHBIE), Universiti Brunei Darussalam (UBD).

Selama hampir tiga pekan mengikuti program The Inbound Mobility Exchanges Program di Universitas Jember (Unej), ia tidak hanya mempelajari sistem pendidikan Indonesia, tetapi juga membawa pulang pengalaman budaya yang tak terlupakan.

BACA JUGA:Jalan Rusak di Pacet Mojokerto Akhirnya Diperbaiki Usai Warga Protes dengan Tanam Pohon Pisang

BACA JUGA:Gudang Rongsokan di Trowulan Mojokerto Dilanda Kebakaran Dua Kali dalam Sehari

Hilmi menjadi salah satu dari delapan mahasiswa UBD yang mengikuti Program Asistensi Mengajar (ASJAR) Internasional di Unej. Empat mahasiswa ditempatkan di SD Labschool Unej, sedangkan empat lainnya menjalani praktik mengajar di SMA Negeri 2 Jember. Program tersebut berlangsung pada 13–31 Juli 2026.

Yang menarik, Hilmi mengikuti program internasional tersebut dengan menggunakan biaya pribadi. Keputusan itu diambil karena ia ingin merasakan langsung pengalaman belajar dan mengajar di lingkungan pendidikan yang berbeda.


Pengiran Mohammed Zulhilmi dalam kegiatan pengajaran di SD Labschool-Foto : Humas Universitas Jember-

"Sejujurnya, saya berasa sangat terharu. Sejak hari pertama kami tiba, warga Universiti Jember menerima kami seperti keluarga sendiri. Para pensyarah, kakitangan dan student buddy sentiasa menghulurkan bantuan dengan penuh mesra dan senyuman," ujarnya sebelum kembali ke Brunei Darussalam, Senin 3 Agustus 2026

Selama berada di Jember, Hilmi mengaku mendapatkan dukungan penuh dari Unej, mulai dari akomodasi, transportasi, akses fasilitas kampus, hingga pendampingan mahasiswa dan dosen pembimbing.

BACA JUGA:Cuaca Terasa Lebih Panas Belakangan Ini? BMKG Ungkap Penyebabnya, Ternyata Bukan Gelombang Panas

BACA JUGA:76 Calon Paskibraka Kota Mojokerto Mulai Diklat, Dua Wakili Jatim pada HUT RI Ke-81

Menurutnya, perhatian juga datang dari SD Labschool Unej yang tidak hanya memfasilitasi praktik mengajar, tetapi juga mengajak para peserta mengenal budaya dan kuliner khas Jember.

Pengalaman paling berkesan baginya terjadi saat mengajar di SD Labschool. Rasa ingin tahu para siswa tentang Brunei membuat suasana belajar berlangsung interaktif. Beragam pertanyaan diajukan siswa, mulai dari bahasa yang digunakan masyarakat Brunei, makanan khas, hingga kehidupan sehari-hari di negara tersebut.

"Bukan hanya murid yang belajar daripada saya, tetapi saya juga belajar daripada mereka. Saya melihat bagaimana rasa ingin tahu anak-anak Indonesia sangat tinggi dan itu menjadikan proses pembelajaran lebih hidup," ungkapnya.


Mahasiswa Brunei bersama anak anak SD Labschool Unej -Foto : Humas Universitas Jember-

Kategori :