Motor dan Mobil Pikap Adu Banteng di Jalur Pantura Situbondo, 2 Pelajar SMK Meninggal
Satu dari dua pelajar SMK meninggal dunia akibat tabrakan adu banteng motor lawan mobil pikap ditangani RSUD Besuki Situbondo.-Dok Satlantas Polres Situbondo for Disway Mojokerto-
Situbondo, Diswaymojokerto.id - Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Situbondo meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalur Pantura Situbondo. Dalam peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Kecamatan Bungatan, Minggu 5 April 2026 malam itu, 1 pelajar meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) dan 1 pelajar meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Besuki Situbondo.
Informasi yang dihimpun Dusway Mojokerto, pelajar meninggal di TKP, yakni M Dhani, 17 tahun, warga Desa Ketiwan, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Sedangkan, pelajar meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Besuki, yakni Arven, 16 tahun warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Situbondo, Ipda Hariyanto, mengatakan, kecelakaan mengakibatkan 2 pelajar SMK meninggal di Jalur Pantura Situbondo Jalan Raya Kecamatan Bungatan itu terjadi Minggu malam sekitar pukul 21.45 WIB. ‘’Laporan kami terima malam hari dan kami langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian,’’ katanya.,
Disebtukan, motor Honda nopol P 2335 FC dikendarai 2 pelajar M Dhani dan Arven tabrakan adu banteng lawan mobil pikap nopol N 8621 BM disopiri Jalil, 38 tahun, warga Kabupaten Malang. ‘’Tabrakan adu banteng itu mengakibatkan dua pelajar mengendarai motor mengalami luka parah,’’ tambahnya.
BACA JUGA:Data Jadi Fondasi, Wali Kota Mojokerto Tekankan Kewajiban Lapor LKPM bagi Pelaku Usaha
BACA JUGA:As Roda Patah, Truk Tangki Air Terguling di Mojokerto, Sebabkan Kemacetan
Para pelajar itu mengalami pendarahan hidung, telinga dan mulut, luka robek kepala, serta patah tulang paha kanan dan tulang kaki kiri. ‘’Satu korban meninggal di TKP dan satu lagi meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit,,’’ tuturnya Ipda Hariyanto, Senin 6 April 2026.
Selain 2 pelajar meninggal, motor dan mobil pikap bertabrakan adu banteng mengalami kerusakan. Motor dikendarai M Dhani dan Arven rusak berat hingga tak berbentuk. Sementara bodi depan mobil pikap ringsek cukup parah akibat benturan dengan motor.
Ipda Hariyanto mengungkapkan, berdasarkan hasil olah TKP, tabrakan adu banteng itu bermula ketika motor dikendarai dua pelajar SMK melaju kencang dari arah barat menuju arah timur. Tiba di lokasi kejadian, motor berusaha menyalip (mendahului) mobil di depannya yang melaju searah
Pada saat bersamaan melaju kencang mobil pikap dari arah berlawanan. Karena jarak motor dan mobil pikap sangat dekat, tabrakan adu banteng itu tak dapat dihindarkan dan terjadi benturan keras.
BACA JUGA:Rumah di Jetis Mojokerto Ludes Dilalap Si Jago Merah, Satu Orang Tewas
BACA JUGA:Truk Alami Pecah Ban, Kernet Tewas Ditabrak Avanza saat Memberi Isyarat di Tol Surabaya - Mojokerto
Dia menjelaskan, dari hasil olah TKP, dugaan kuat penyebab tabrakan, karena pemotor tidak memperhatikan arus lalin dari arah berlawanan saat hendak menyalip mobil di depannya. ‘’Itu berdasarkan hasil olah TKP yang kami lakukan, ada runtutan kejadian, juga berdasarkan keterangan saksi mata,’’ jelasnya.
Sumber:

