Jember Kejar Target Lumbung Pangan Nasional, Strategi 'Oplah' Jadi Prioritas Ketimbang Jalan Tani
Bupati Jember Muhammad Fawait dalam program Bunga Desaku-Foto : Kominfo Kabupaten Jember-
Jember, diswaymojokerto.id - Kabupaten Jember kini tengah memasang target tinggi untuk kembali menduduki takhta lumbung pangan nasional. Dalam kunjungan kerja bertajuk "Bunga Desaku" di Kecamatan Mumbulsari, Selasa 7 April 2026, terungkap pemerintah daerah tengah melakukan pergeseran strategi besar-besaran untuk mendongkrak kesejahteraan petani.
Bukan sekadar perbaikan infrastruktur jalan, fokus utama Jember tahun ini adalah Optimalisasi Lahan (Oplah). Berikut adalah poin-poin penting dalam transformasi sektor pertanian di Jember:
Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa sinergi anggaran antara APBD dan APBN pada tahun 2025 ini merupakan yang terbesar dalam sejarah kabupaten.
Angka fantastis ini direncanakan tetap konsisten hingga tahun 2026 sebagai bukti keberpihakan pada sektor akar rumput.

Masyarakat Mumbulsari Jember berdialog dengan Bupati Jember-Foto : Kominfo Kabupaten Jember-
"Ini bukan lagi soal teori. Kami ingin Jember menyokong visi ketahanan pangan nasional secara konkret," ujar Bupati Jember, Gus Fawait, di hadapan para tokoh tani dan pelaku UMKM.
Ada perubahan prioritas yang cukup kontras tahun ini. Pemerintah memilih menggenjot Program Oplah daripada pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Logikanya sederhana namun menohok: perbanyak hasil panennya dahulu, baru bangun jalan pengangkutnya.
BACA JUGA:BPJS Nonaktif, Ratusan Karyawan PT Pakerin Gelar Unjuk Rasa di BPJS Kesehatan Mojokerto
BACA JUGA:Antara Jawaban Instan dan Esensi Berpikir: Film 'Akal Imitasi' Potret Dilema Pendidikan di Era AI
Target Lahan: Naik signifikan dari 5.000 hektar menjadi 8.000 hektar.
Fasilitas: Pengadaan pompa air dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) secara masif.
Tujuan: Meningkatkan indeks pertanaman agar lahan yang biasanya hanya sekali panen dalam setahun, bisa meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen.

Masyarakat Mumbulsari Jember-Foto : Kominfo Kabupaten Jember-
"Kalau tidak ada yang mau dipanen, apa yang mau diangkut lewat jalan tani? Jadi, Oplah dulu baru JUT," tegas Gus Fawait menjelaskan skala prioritas tersebut.
Sumber:

