Dokter RS Unair Ingatkan Masyarakat Patuhi Aturan Konsumsi Vitamin dan Suplemen
Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair), dr. Kurnia Sitompul, Sp.GK, -Foto : Istimewa-
Surabaya, Diswaymojokerto.id - Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair), dr. Kurnia Sitompul, Sp.GK, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi vitamin dan suplemen, terutama dalam hal dosis dan waktu konsumsi.
Hal ini menyusul meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan yang belum sepenuhnya diiringi pemahaman yang tepat.
Mengutip dari Laman Unair, Selasa 7 April 2026, dr. Kurnia menyoroti anggapan keliru yang masih banyak diyakini, yakni semakin tinggi dosis vitamin yang dikonsumsi maka semakin baik manfaatnya bagi tubuh.
Ia menegaskan, konsumsi vitamin yang tidak sesuai aturan justru berpotensi menimbulkan efek samping bagi kesehatan.
BACA JUGA:Unair dan Kementdiktisaintek Gelar Workshop Nasional Tingkatkan Kapasitas Arsiparis Perguruan Tinggi
BACA JUGA:Selama Maret 2026, Kenaikan BBM Pertamax Sebabkan Indeks Fluktuasi Harga di Mojokerto Alami Lonjakan
Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan antara vitamin alami dan suplemen tambahan. Vitamin merupakan nutrisi mikro yang dibutuhkan tubuh dan umumnya diperoleh dari makanan sehari-hari, sedangkan suplemen berfungsi sebagai pelengkap ketika asupan nutrisi dari makanan belum mencukupi.
Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan vitamin setiap individu berbeda-beda, dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, hingga faktor genetik. Oleh karena itu, konsumsi vitamin tidak dapat disamaratakan dan harus memperhatikan batas aman.
Sebagai gambaran, dr. Kurnia menyebutkan batas konsumsi vitamin C berada pada kisaran maksimal 1.800–2.000 miligram per hari, sementara vitamin D sebaiknya tidak melebihi 10.000 IU.
Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang, menurutnya, dapat memicu gangguan kesehatan, seperti penumpukan kalsium akibat kelebihan vitamin D atau efek pengenceran darah dari vitamin E dosis tinggi.
BACA JUGA:Kominfo Kota Mojokerto Perkuat Sinergi dengan Kominfo Jatim Dorong Transformasi Digital
BACA JUGA:Kakek di Situbondo Hilang Saat Menggembala Sapi di Hutan Taman Nasional Baluran
Selain dosis, ia juga menekankan pentingnya memperhatikan waktu konsumsi. Vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K disarankan dikonsumsi setelah makan, sedangkan vitamin larut air seperti B dan C dapat dikonsumsi saat perut kosong, dengan catatan tidak menimbulkan gangguan pencernaan.
Khusus vitamin B, sebaiknya dikonsumsi pada pagi hari karena berkaitan dengan metabolisme energi.
Sumber:

