Selama Maret 2026, Kenaikan BBM Pertamax Sebabkan Indeks Fluktuasi Harga di Mojokerto Alami Lonjakan
Salah satu SPBU di Mojokerto yang menyediakan BBM jenis Pertamax. -Foto : Fio Atmaja-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Bappeda Kabupaten Mojokerto mencatat Indeks Fluktuasi Harga (IFH) pada Maret 2026 sebesar 0,09 persen, yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan harga komoditas secara umum. Kenaikan ini dipicu lonjakan harga BBM jenis Pertamax.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh enam kelompok pengeluaran memberikan andil kenaikan harga, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok kesehatan; serta kelompok transportasi.
Sementara itu, satu kelompok pengeluaran lainnya memberikan kontribusi terhadap penurunan harga, yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Adapun empat kelompok pengeluaran sisanya yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, tidak menunjukkan perubahan harga atau cenderung stabil.
BACA JUGA:Motor dan Mobil Pikap Adu Banteng di Jalur Pantura Situbondo, 2 Pelajar SMK Meninggal
BACA JUGA:Teknik Sipil Unej Terakreditasi Internasional IABEE. Jadi Salah Satu Pilihan di SBNT 2026
"Komoditas memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan harga rata-rata pada Maret 2026 meliputi bensin, cabai rawit, tahu mentah, daging ayam ras, telur ayam ras, susu kental manis, cabai merah, baju kaos tanpa kerah/t-shirt anak, minyak goreng dan tomat sayur," kata Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, Selasa 7 April 2026
Ia menjelaskan, kenaikan IFH di Kabupaten Mojokerto pada Maret 2026 terutama dipicu oleh lonjakan harga bensin jenis Pertamax yang terjadi akibat penyesuaian harga oleh Pertamina sebagai BBM non-subsidi.
"Penyesuaian ini umumnya dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang meningkatkan biaya impor dan produksi BBM," jelasnya.
Di sisi lain, faktor biaya distribusi dan kondisi pasar juga turut berkontribusi terhadap kenaikan harga tersebut, sehingga berdampak langsung pada meningkatnya indeks harga di daerah.
BACA JUGA:Kakek di Situbondo Hilang Saat Menggembala Sapi di Hutan Taman Nasional Baluran
Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga rata-rata dibandingkan bulan sebelumnya antara lain emas perhiasan, air kemasan, ayam hidup, wortel, bawang merah, anggur, salak, udang basah, daster, dan ketimun.
Ia menambahkan, komoditas penyumbang penurunan IFH tertinggi adalah emas perhiasan.
Sumber:

