ucapan pelantikan wali kota - bupati  - disway moj

Ancaman ''Cancel Culture'' di Era Digital Menjadi Pertanggungjawaban Sosial

Ancaman ''Cancel Culture'' di Era Digital Menjadi Pertanggungjawaban Sosial

Media sosial yang menjadi kritik dan penyebaran secara cepat sehingga berdampak pada reputasi-Foto : Pinterest (Salmaa)-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Cancel Culture adalah fenomena hukum sosial di mana individu atau kelompok mengecam, mengkritik, atau membatalkan reputasi seseorang, biasanya seorang tokoh publik karena tindakan, ucapan atau pandangan yang dianggap kontroversial atau tidak pantas.

Hal ini sering terjadi di media sosial, di mana kritik dapat menyebar dengan cepat dan berdampak pada karier atau reputasi orang yang terlibat.

Cancel culture dapat dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial, tetapi juga menuai kritik karena dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak proporsional atau pengucilan tanpa ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. 

Pada umumnya,  orang yang terancam cancel culture, seperti tokoh yang dapat dihakimi oleh publik atas tindakan tidak etisnya adalah selebritas, pejabat negara, maupun pengusaha terkemuka.

Bagi tokoh yang masuk ranah itu dan tidak ingin kariernya terancam, perlu diwaspadai hal – hal yang menyinggung, menyerang atau bermakna rasisme saat berada di hadapan publik.

Cancel culture dapat membuat nama baik tokoh menjadi buruk dan secara otomatis menurunkan kepercayaan dari masyarakat. 


cancel culture menjadi hukum sosial karena tindakan yang tidak pantas-Foto : Pinterest (Salmaa)-

Seperti pada salah satu film Indonesia yang diadaptasi dari drama Korea, dengan judul yang sama, dan masyarakat sudah menerapkan cancel culture.

Penyebabnya karena aktor utama memilih untuk tidak mengacu pada karakter asli dari drama Korea, tidak menghormati karya asli dan penggemar drama Korea tersebut, sehingga memicu reaksi keras dari warganet yang berujung pada seruan cancel culture, hingga boikot dan mempengaruhi penerimaan film tersebut.

Fenomena ini menjadi pelajaran bagi banyak aktor, untuk menjaga tindakan atau pernyataan yang dianggap tidak pantas oleh publik dapat memicu reaksi negatif dan mempengaruhi kesuksesan sebuah film. 

BACA JUGA:963 WBP Ikuti Tradisi Megengan Didalam Lapas Mojokerto

BACA JUGA:Empat Orang Anggota BIN Gadungan Ditangkap di Mojokerto, Janjikan Kenaikan Jabatan

“Semoga cancel culture indo kali ini berhasil biar kedepan aktor aktris Indonesia lebih menghargai karya yang mereka mainkan dan sadar pentingnya menanggapi kritik dan saran dengan bijak dan juga dikasih paham tanpa penonton bisa apa sih film mereka itu” kata @waitforyuj melalui platform X (twitter)

Fenomena cancel culture ini masih banyak pro dan kontra, karena penyelesaian kasusnya yang tidak semudah minta maaf, namun kerugian yang mereka alami juga akan terasa, kehidupan yang akan berubah dan karier seketika redup.

Sumber:

b