Menyesap Sejuk Pacet, Lebih dari Sekadar Keripik Gadung, Inilah Tiga Oleh-oleh Khas Pacet
Sayuran segar bisa menjadi oleh-oleh jika berwisata ke Pacet Mojokerto-Fio Atmaja-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Udara dingin yang menyapu wajah saat melintasi jalur lereng Gunung Welirang selalu menjadi penawar rindu bagi warga perkotaan. Namun, perjalanan ke Pacet belum benar-benar tuntas sebelum bagasi mobil penuh dengan "harta karun" lokal.
Lupakan sejenak keripik gadung yang sudah tersohor itu. Jika Anda melambatkan laju kendaraan dan menepi di deretan lapak kayu sepanjang jalan arah Cangar, ada aroma ubi bakar dan hamparan hijau sayur-mayur yang menunggu untuk dipinang dengan harga yang sangat bersahabat.
1. Emas Manis dari Perut Bumi: Ubi Madu Lokal
Siapa sangka, ubi madu yang legendaris kini punya kembaran berkualitas juara di tanah Pacet. Di sepanjang jalan, Anda akan disambut kepulan asap dari oven-oven sederhana yang mengeluarkan aroma karamel yang menggoda.
BACA JUGA:Rumah di Jetis Mojokerto Ludes Dilalap Si Jago Merah, Satu Orang Tewas
BACA JUGA:Viral Aksi Freestyle Motor di Mojokerto, Tiga Pemuda Didatangi Polisi dan Minta Maaf
Ubi madu lokal ini adalah primadona bagi pemburu kuliner sehat. Saat dibelah, teksturnya lembut dengan lelehan cairan manis serupa madu yang keluar alami dari pori-porinya. Dengan merogoh kocek Rp10.000 hingga Rp15.000 saja, Anda sudah bisa membawa pulang satu kilogram kehangatan untuk keluarga di rumah.
Tips: Jika tak sabar, belilah ubi yang sudah dioven di tempat. Menyantapnya saat masih hangat di tengah kabut tipis adalah kemewahan yang tak ternilai.

Ubi lokal Pacet, bisa dibawa sebagai oleh-oleh-Foto : Istimewa-
2. Membawa Pulang "Kesegaran" Kebun
Pacet adalah dapur raksasa bagi Jawa Timur. Kesuburan tanah vulkaniknya menghasilkan sayur-mayur yang warnanya begitu tajam—hijau selada yang segar, merah wortel yang mungil, hingga putih bersih sawi yang renyah.
Menariknya, berbelanja sayur di sini adalah sebuah pengalaman. Beberapa pelapak mengajak Anda mengintip langsung lahan di belakang kios mereka. Anda tak hanya membeli komoditas, tapi membeli "waktu" di mana sayur tersebut baru saja berpisah dari akarnya. Harganya? Mulai dari Rp5.000, sebuah angka yang sulit ditemukan di rak-rak supermarket kota besar.
BACA JUGA:Gus Fawait Garansi Nasib PPPK Jember Aman: Kerja Bagus, Kontrak Lanjut!
BACA JUGA:Ajang Talenta 2026 Jadi Karpet Merah Menuju Kampus Impian
Sumber:

