Mahasiswa Dibidik Scam Berkedok Kos, Lowongan Kerja hingga Phishing WhatsApp
8 Hal yang wajib diketahui mahasiswa di dunia digital-Foto : Humas Universitas Jember-
Jember, Diswaymojokerto.id – Tawaran kerja, iklan kos, hadiah hingga pesan WhatsApp yang tampak biasa saja bisa menjadi pintu masuk penipuan digital. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang perlu mewaspadai modus tersebut karena tingginya aktivitas mereka di media sosial, marketplace dan layanan dompet digital.
Beragam modus itu dibedah dalam kegiatan CERDIG–Cerdas Digital bertajuk Smart Student, Safe Data: Amankan Identitasmu dari Ancaman Scam dan Manipulasi Digital Kekinian yang digelar Universitas Jember (Unej) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Selasa 22 September 2026
BACA JUGA:Dua Pelaku Pengeroyokan Remaja di Gondang Mojokerto Diringkus, Satu Buron Ditangkap di Bali
BACA JUGA:Hampir Sebulan Kesulitan Air, Warga Jubung Jember Kini Andalkan Tandon PMI
Pakar keamanan siber, Ryan Fabella, mengatakan modus penipuan saat ini semakin beragam. Tidak hanya mengandalkan tautan atau pesan palsu, pelaku juga memanfaatkan akun tiruan, tawaran pekerjaan dan investasi, kos fiktif hingga manipulasi foto, video dan suara.
Salah satu pola yang perlu dicermati adalah upaya membuat calon korban terburu-buru. Ketika korban panik atau tergiur hadiah dan keuntungan, proses memeriksa informasi biasanya terabaikan.

Aulia Bahar Pernama, S.Kom., M.ISM., Ketua Tim Kerja Tata Kelola Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Provinsi Jawa Timur, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan CERDIG–CERDAS DIGITAL di Universitas Jember-Foto : Humas Universitas Jember-
“Phishing perlu diwaspadai karena rasa penasaran yang tinggi sering kali membuat kita bertindak sebelum memeriksa terlebih dahulu,” kata Ryan.
Ia mengingatkan mahasiswa untuk membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mengeklik tautan, mengirim uang atau memberikan informasi pribadi. Langkah sederhana seperti mengaktifkan autentikasi dua faktor, menggunakan kata sandi berbeda untuk akun penting, serta tidak memberikan kode OTP dapat mengurangi risiko.
BACA JUGA:Kekeringan Meluas, Pemprov Jatim Siapkan Pompa hingga Modifikasi Cuaca
BACA JUGA:Pemkab Mojokerto Matangkan Pemindahan Pusat Pemerintahan, Gandeng BPKP Jatim
Ancaman juga tidak selalu datang dari orang yang tidak dikenal. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unej, Prof. Bambang Kuswandi, mengaku pernah mengalami pencatutan identitas melalui akun WhatsApp yang menggunakan foto formal dirinya mengenakan jas dan toga.
Karena itu, ia memilih tidak menggunakan foto formal tersebut pada akun WhatsApp sehari-harinya agar lebih mudah membedakan akun miliknya dengan akun palsu.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNEJ, Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc., Ph.D., saat memberikan sambutan sekaligus mengingatkan mahasiswa untuk lebih waspada terhadap penipuan dan penyalahgunaan identitas di ruang digita-Foto : Humas Universitas Jember-
Sumber:

