Profesor Unej Diingatkan Jangan Sampai Riset Membuat Tubuh Tumbang

Profesor Unej Diingatkan Jangan Sampai Riset Membuat Tubuh Tumbang

Silaturahmi Sahabat Finansial di Universitas Jember menghadirkan pakar kedokteran paliatif nasional ternama, dr. H. Agus Ali Fauzi, PGD.Pall.Med.(ECU)-Foto : Humas Universitas Jember-

Jember, diswaymojokerto.id – Menjadi profesor bukan berarti harus mengorbankan kesehatan demi mengejar target penelitian dan tuntutan akademik. Justru di tengah kesibukan berpikir, meneliti, mengajar, dan mengabdi, para guru besar dituntut tetap menjaga kebugaran fisik dan ketenangan mental.

Pesan itu disampaikan pakar kedokteran paliatif nasional, dr. H. Agus Ali Fauzi, PGD.Pall.Med.(ECU), saat hadir di hadapan jajaran pimpinan dan para profesor Universitas Jember (Unej), Selasa 7 Oktober 2026.

Kehadiran dr. Agus menjadi bagian dari agenda "Silaturahmi Finansial" yang digelar Unej bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Forum tersebut mempertemukan jajaran rektorat, wakil rektor, ketua senat, para dekan, hingga puluhan guru besar dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan Unej.

BACA JUGA:Kekeringan Kepung Empat Dusun di Jember, 150 Keluarga Krisis Air Bersih

BACA JUGA:Penumpang Stasiun Mojokerto Tembus 300 Ribu hingga Triwulan III 2026

Mengusung tema sehat, semangat, bahagia, dan berkah, pertemuan itu tidak hanya menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kerja sama. Forum juga menjadi momentum untuk mengingatkan para akademisi senior mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah tingginya tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama penelitian.

Rektor Unej Iwan Taruna menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pertemuan bersama BSI tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan sekaligus membuka alternatif fasilitas keuangan syariah yang dapat mendukung kebutuhan sivitas akademika, termasuk kegiatan riset.


dr. H. Agus Ali Fauzi, PGD.Pall.Med.(ECU) mengingatkan para guru besar UNEJ agar tidak membiarkan kesibukan riset mengorbankan kesehatan raga dan ketenangan jiwa-Foto : Humas Universitas Jember-

"Sesungguhnya pertemuan ini adalah silaturahmi. BSI memberikan alternatif fasilitas syariah yang bisa kita manfaatkan untuk mendukung kepentingan riset kita di kampus," ujar Iwan.

Ia berharap kerja sama Unej dan BSI semakin kuat sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan lingkungan kampus, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, Funding & Transaction Business Deputy BSI Regional Office 12 Surabaya, Nali Nusra, Agung Wahyudi Rahardjo, mengatakan forum tersebut digelar sebagai respons terhadap dinamika dan semakin tingginya tuntutan profesi akademisi.

BACA JUGA:Karhutla Landa Kawasan Bukit Jengger Mojokerto, Api Padam Setelah 11 Jam

BACA JUGA:Diduga Usai Santap MBG, Belasan Siswa SMPN 1 Mojoanyar Mojokerto Dilarikan ke Puskesmas

Para guru besar dan dosen tidak hanya dituntut menghasilkan riset dengan luaran berkualitas. Mereka juga menghadapi tantangan dalam mendidik mahasiswa dari generasi yang terus berubah, mulai generasi Milenial, Gen Z hingga menyongsong generasi Alpha.

Sumber: