Hari Santri 2026: Santri Diminta Tak Sekadar Mengaji, Tapi Ikut Menguatkan Negeri

Hari Santri 2026: Santri Diminta Tak Sekadar Mengaji, Tapi Ikut Menguatkan Negeri

Logo Hari Santri Nasional 2026-Foto : Humas Kemenag RI-

Mojokerto, diswaymojokerto.id – Hari Santri 2026 bakal menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa. Tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”

Mengutip Laman Kemenag RI, Tema tersebut ditetapkan Menteri Agama Nasaruddin Umar melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026.

Melalui tema itu, santri tidak lagi hanya dipandang sebagai pewaris tradisi keilmuan Islam. Lebih dari itu, santri didorong menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, produktif, kreatif, adaptif, serta mampu mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan.

BACA JUGA:Mobil Xenia Tabrak Truk di Tol Jombang-Mojokerto, Satu Tewas Empat Luka Ringan

BACA JUGA:Gagal Salip, Pengendara Motor di Mojokerto Tewas

Kemenag menilai kiprah santri dalam perjalanan bangsa selalu relevan dari masa ke masa. Jika dahulu santri ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan, kini bentuk perjuangannya menghadapi tantangan yang berbeda.

Santri didorong untuk berkontribusi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, hingga pengamalan nilai-nilai agama dan kebangsaan.

Dalam panduan tersebut, frasa “Menguatkan Negeri” dimaknai sebagai dorongan agar santri hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyapa para santriwati di Ponpes Al Amin Kota Mojokerto-Foto : Kominfo Pemkot Mojokerto-

Pesantren diharapkan tidak hanya melahirkan generasi dengan kedalaman spiritual dan keluasan ilmu, tetapi juga santri yang memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, serta berani mengambil peran di ruang-ruang strategis pembangunan.

Bekal nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin juga diharapkan mampu memperkuat kontribusi santri dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman, sekaligus mendorong kemandirian bangsa.

Sementara itu, frasa “Menuju Indonesia Emas” menjadi penegasan bahwa santri merupakan bagian penting dari generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenag menekankan empat modal utama yang perlu dimiliki santri. Yakni ilmu yang mendalam, karakter yang kuat, tradisi yang berakar, serta keberanian untuk berinovasi.

BACA JUGA:Gowes ke Kebun Sumberwadung, Gus Fawait Dorong Jember Perkuat Identitas sebagai Surga Kopi

Sumber: