tjiwi kimia ucapan idul fitri 1447 h
enero ucapan idul fitri 1447 h

Potensi Cuaca Esktrem, Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim Diperpajang Hingga Akhir 2026

Potensi Cuaca Esktrem, Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim Diperpajang Hingga Akhir 2026

GUbernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat langsung persiapan OMC -Foto : Humas Pemprov jatim-

Surabaya, diswaymojokerto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menyatakan memperpanjang waktu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hal itu merupakan tindak lanjut dari peringatan Badan Metereologi dan Geofisikan (BMKG) Juanda, bahwa cuaca di Jatim masih berpotensi ekstrem hingga akhir Januari 2026. Kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem ini, rencananya akan dilangsungkan hingga akhir Januari 2026.

Keputusan memperpanjang OMC ini dilakukan atas arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, setelah melihat potensi cuaca ekstrem yang akan berlanjut hingga awal tahun 2026 ini. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengungkapkan, berdasar rilis BMKG Juanda, musim hujan yang berpotensi menjadi cuaca ekstrem di Jawa Timur akan berlanjut pada Januari hingga Februari mendatang.  Diperkirakan, potensi curah hujan di Januari akan mencapai sekitar 58 persen dan di Februari akan sebanyak 22 persen.


Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto-Foto : Humas Pemprov jatim-

Karena itulah, BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten/Kota dan sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jatim melakukan sejumlah upaya mitigasi, di antaranya, normalisasi dan bersih-bersih sungai, menyiagakan personel dan peralatan hingga melakukan sejumlah pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat. 

"Atas arahan ibu Gubernur, kami juga  melanjutkan langkah strategis penanganan cuaca ekstrem, berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 31 Januari nanti," ujar Kalaksa Gatot Soebroto, dalam siaran persnya, Rabu 7 Januari 2026.

Dikatakan, kegiatan yang telah dimulai sejak 1 Januari 2026 ini kini telah dilaksanakan sebanyak 7 sorti dengan sasaran wilayah di Selatan Jatim, Selatan Pulau Madura dan beberapa titik di wilayah barat Jatim.

BACA JUGA:Selama Desember 2025, Harga Cabai Rawit Membuat Indeks Fluktuasi Harga di Mojokerto Naik

BACA JUGA:Pembersihan 105 Ton Limbah B3 Jenis Slag Aluminium di Pungging Mojokerto Tunggu Non Aktif

Khusus untuk OMC sepanjang Desember 2025 lalu, jumlahnya mencapai 50 sorti dengan sasaran di berbagai wilayah di Jatim. 

Dalam kesempatan ini, Gatot juga memaparkan laporan kejadian bencana di Jatim sepanjang tahun 2025 yang mencapai sebanyak 531 kejadian. Dari jumlah itu, mayoritasnya didominasi kejadian bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, angin kencang hingga tanah longsor,  yang masing-masing mencapai sejumlah 149, 147 dan 21 kejadian. Umumnya, bencana hidrometeorologi ini disebabkan karena cuaca ekstrem yang terjadi secara merata di Jawa Timur.

Sumber: