Wacana Bangun Perpustakaan dan Museum di Sumber Mata Air Jubel
Sahlan Junaedy dari YBLL, Sisyantoko dari WeHasta, dan Andung A Kurniawan dari Disway Mojokerto dan Aliansi Air Majapawitra-dok Aliansi Air Majapawitra for Disway Mojokerto-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Wacana bangun perpustakaan di lokasi sumber mata air Jubel dilontarkan pegiat lingkungan dari YBLL dan WeHasta. Direktur WeHasta, Sisyantoko, dan Koordinator Mojokerto Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Sahlan Junaedy, mengatakan, wacana itu untuk membangkitkan dan lebih memahami tentang sejarah sumber mata air di Dusun Jubel, Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet.
‘’’Tidak itu saja, kami juga ingin membangkitkan lagi literasi mengenai pentingnya menjaga, memelihara, dan melestarikan lingkungan di Kawasan Kembangbelor, Claket, dan sekitarnya, termasuk Trawas dan daerah-daerah tangkapan air di Kabupaten Mojokerto,’’ kata Sahlan, Jumat, 23 Januari 2026.
Sahlan juga menyebutkan sudah membicarakan hal tersebut dengan pihak Perumdam Mojopahit, Mojokerto, sebagai pengelola sumber mata air Jubel. Disebutkan, Direktur Utama Perumdam Mojopahit, Mojokerto juga menyambut baik niat itu dan bersedia memfasilitasi.

Sumber Jubel, Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto.-Foto : Fio Atmaja-
‘’Kami diberi fasilitas untuk mengaktifkan kegiatan di kawasan sekitar sumber mata air Jubel, baik untuk pemeliharaan dan konservasi air maupun pemeliharaan atau perawatan sumur resapan, juga untuk kegiatan literasi mengenai sumber mata air Jubel,’’ tambahnya.
BACA JUGA:Turnamen Futsal Piala PWI Mojokerto Cup 2026 Resmi Ditutup, Dihadiri Wali Kota dan Dandim 0815
Hal senada juga disampaikan Direktur WeHasta (Wahana Edukasi Harapan Semesta), Sisyantoko, yang mendukung upaya pelestarian dan pemeliharaan sumber mata air Jubel. Hal itu disampaikan menyusul kegiatan tanam pohon yang dilakukan Pemkab, Perudam, WeHasta, YBLL, DLH Kabupaten Mojokerto, Aliansi Air Majapawitra, 30 Desember 2026 lalu.
Sspeerti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bersama Perumdam Mojopahit dan sejumlah pegiat lingkungan melakukan aksi penanaman kembali (reboisasi) dan pembersihan sumur resapan di Sumber Jubel, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet. Ribuan bibit pohon dan bambu ditanam di sekitar sumber mata air bersejarah tersebut untuk menjaga kelestarian dan ketersediaan air bersih.
Sisyantoko, menjelaskan, Sumber Jubel merupakan sumber air vital yang pada masa kolonial Belanda tahun 1927 pernah mengairi wilayah Sidoarjo, Jombang, dan Surabaya. "Keberadaan sumber ini harus dijaga kelestariannya. Saat ini debit airnya telah menurun dari 90 liter per detik menjadi 42 liter per detik," ujarnya.

Gerakan reboisasi yang dilakukan Pemkab Mojokerto dan beberapa instansi serta lembaga terkait di Mojokerto-Foto : Fio Atmaja-
Menghadapi penurunan debit itulah, Sisyantoko menyebutkan pentingnya edukasi terkait pendidikan lingkungan. ‘’Nantinya Perumdam Mojopahit harus memikirkan kelestarian lingkungan di sekitar Kawasan lokasi sumber mata air Jubel,’’ tambahnya.
Sisyantoko menyebutkan pentingnya edukasi selain kegiatan penanaman pohon di sekitar lokasi tersebut. ‘’Banyak hal disini yang bisa dijadikan pelajaran atau sebagai edukasi untuk mengenal lingkungan,’’ sahutnya.
Dikatakan, anak - anak harus tahu bagaimana pengelolaan sumber mata air peninggalan Belanda di Jubel tersebut pada masa lalu. ‘’Kemudian bagaimana cara merawatnya sehingga bisa melayani kebutuhan air di beberapa wilayah,’’ tuturnya.
Pada kegiatan itu Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial untuk meningkatkan kualitas air bersih bagi masyarakat. ‘’Bibit yang telah ditanam juga membutuhkan perawatan, dan sumur resapan yang telah dibersihkan juga harus dijaga agar tidak kembali tersumbat," terangnya.

Bupati Mojokerto Al Barra melakukan penanaman pohon-Foto : Fio Atmaja-
Aksi reboisasi ini melibatkan masyarakat setempat serta berbagai pegiat lingkungan, antara lain Wahana Edukasi Harapan Semesta (WeHasta), Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL). Selain itu juga Aliansi Air Majapawitra, dan Panti Vila Doa Yatim Sejahtera.
BACA JUGA:Pemkab Mojokerto Deklarasi Anti Korupsi, Tandatangani Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja
Pesan dari Bupati Mojokerto, Gus Barra, itu juga yang membuat Sahlan dan Sisyantoko lebih bersemangat ‘Nguri-Uri’ sumber mata air Jubel. Salah satunya dengan mengupayaakan perpustakaan tentang Sumber Mata Air Jubel dan keberadaan air di di Kawasan Pacet, Trawas dan sekitarnya.
Sumber:
