Mbah Radi, Mewujudkan Bambu Panen Lestari, Hasilkan 3,8 ton Rebung per Hektar

Mbah Radi, Mewujudkan Bambu Panen Lestari, Hasilkan 3,8 ton Rebung per Hektar

Mbah Radi di tengah lahan bambu yang dibudidaya bersama masyarakat. Dia bisa panen rebung hingga 3,8 ton per hektar -dok YBLL Mojokerto for Disway Mojokerto-

 

Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Mbah Radi, 68 tahun, menjadi salah satu ikon tentang kegiatan pembibitan bambu di Kabupaten Mojokerto. Laki-laki warga Begaganlimo, Kecamatan Gondang, itu mempunyai pengalaman panjang mengenai budidaya bambu di wilayah Kecamatan Gondang dan sekitarnya.

Dari pengalamannya, Mbah Radi, demikian orang biasa memanggil laki yang lahir dengan nama Radisa, pada 1958 itu, telah menunjukkan bahwa bambu bukan hanya tanaman liar, tetapi juga tanaman yang memiliki nilai ekonomi, ekologi, dan sosial yang tinggi. Bahkan bambu bisa mempunyai nilai ekonomi tinggi sepanjang masa dengan mempelajari pola pertumbuhannya.

Radi telah melewati berbagai tantangan dalam hidupnya, termasuk dipenjara karena tuduhan pencurian bibit bambu. ‘’Saya sama sekali tidak menyangka kalau bambu yang saya ambil ternyata membuat saya dipenjara,’’ katanya sembari menjelaskan pengalaman pahitnya.


Mbah Radi, dari pengalaman pahit tentang bambu, bangkit hingga berhasil budidaya tanaman bambu-dok YBLL Mojokerto for Disway Mojokerto-

Saat itu, karena desakan kondisi ekonomi, dia masuk hutan dan mencoba mengambil bambu untuk dijual. Saat itu dia melihat bambu sebagai tanaman yang hanya bisa dipotong untuk dijual, baik batangnya maupun rebungnya.

BACA JUGA:Diduga Pengemudi Mengantuk, Avanza Tabrak Tiang di Rest Area Tol Jombang Mojokerto

BACA JUGA:Atasi Kawasan Kumuh, Gubernur Khofifah Resmikan Program Permata Jatim di Mojokerto

Pengalaman masuk penjara gara-gara bambu tidak membuat dia jera berurusan dengan tanaman bambu. Justru pengalaman itu membuat dia lebih semangat mempelajari lebih dalam mengenai tanaman bambu.

Sejak tahun 2002, Mbah Radi memulai perjalanan hidupnya dengan menanam bambu di tengah kondisi hutan yang telah dijarah. Awalnya, ia tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara menanam dan memelihara bambu.

Namun, dengan tekad, sabra, telaten dan tanpa putus asa, ia terus melakukan uji coba hingga berhasil menemukan cara yang tepat untuk menanam dan merawat bambu. Dari keultenannya itu dia akhirnya memahami bahwa menanam bambu bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga untuk melestarikan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekologi.


Mbah Radi di tengah lahan babu yang dibudidayakan dengan panen lestari-dok YBLL Mojokerto for Disway Mojokerto-

Pengetahuan tentang bamboo yang diperoleh secara mandiri membuat dia menyadari, bambu memiliki banyak manfaat ekologis. Bambu mampu menjaga sumber air, menyegarkan udara, dan menahan erosi serta longsor.

BACA JUGA:Bina Relawan Lingkungan WCD, YBLL Gandeng Wehasta, Disway Mojokerto, dan Aliansi Air Majapawitra

BACA JUGA:105 Ton Limbah B3 Slag Aluminium di Mojokerto Dibersihkan

Selain itu, bambu juga memberikan manfaat sosial, seperti menjadi sumber bahan bangunan yang ramah lingkungan dan menjadi pembatas aktivitas manusia untuk menjaga keamanan kawasan wilayah. ‘’Makin banyak bekahar dan mendalami tentang bambu, ternyata makin banyak pengalaman dan yang saya dapat dan bisa saya kerjakan,’’ sahutnya.

Sampai kemudian Mbah Radi bisa menerapkan teknik panen lestari yang melibatkan kegiatan perawatan, pemanenan, pengawasan, dan pengamanan hutan bambu. Kegiatan perawatan meliputi penyiangan, penyulaman, pemupukan, dan pruning.

Pengawasan dan pengamanan dilakukan untuk melindungi hutan dari gangguan alami seperti kebakaran dan hama. ‘’Selain itu juga gangguan yang disengaja seperti pencurian dan perambahan hutan,’’ tuturnya.


Mbah Radi, (latar belakang) bersama Sahlan Junaedy dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Mojokerto -dok YBLL Mojokerto for Disway Mojokerto-

Sekarang, setelah banyak belajar dan mengetahui lebih banyak tentang bambu, Mbah Radi justru merasa lebih menyadari betapa pentingnya keberadan bambu di wilayah hutan. Dan dia juga makin banyak mengerti bagaimana merawat dan memperlakukan tanamab bambu.

BACA JUGA:Residivis Pencurian Pikap Beraksi di Mojokerto Dibekuk Polisi

BACA JUGA:Positif dan Negatif Mengkonsumsi Nasi Putih

Dia juga bisa dengan gamblang menjelaskan, satu induk bambu hanya mampu memberikan nutrisi pada satu atau dua mata tunas hingga tumbuh menjadi fase bambu. Pada tahun pertama hingga kedua, mata tunas dibiarkan tumbuh menjadi bambu.

Kemudian, pada tahun kedua dilakukan pruning untuk merangsang pertumbuhan diameter bambu dan mengontrol kerapatan bambu dalam satu rumpun. Semua pengetahuan dan pengalaman itu didapat setelah dengan telaten dia mempelajari kehidupan tanaan bambu.

Dia menjelaskan lagi, rebung Dendrocalamus Asper dapat dipanen setelah rumpun berusia 3 tahun. Panen rebung dilakukan pada musim hujan saat tinggi rebung mencapai 30-50 cm di atas permukaan tanah.

Mbah Radi kembali menuturkan pengalamannya ketika pernah menghadapi masa sulit saat ia dipenjara karena tuduhan mencuri bibit bambu. Bibit bambu yang dirampas oleh pihak terkait yang menangani kasus ini menyebabkan kerugian besar bagi Mbah Radi.

BACA JUGA:Tembok Penahan Tanah Ambrol di Pacet Mojokerto Akibat Hujan Deras, Material Longsor Tutupi Sungai

BACA JUGA:Rencana Pemisahan Jalur Turun di Sendi Mojokerto Masih Mandek, Izin Perhutani Jadi Kendala

Dengan bantuan dari lembaga swadaya masyarakat seperti Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), dia mampu bangkit kembali dan melanjutkan perjuangannya. ‘’Ya Bersama YBLL saya banyak dibantu dan termotivasi untuk lebih mendalami pengetahuan tentang tanaman bambu,’’ sahutnya.

Dengan bantuan YBLL, dia berhasil membentuk kelompok tani dan menanam bambu di lahan bengkok kepala desa serta lahan pribadi. Hasilnya, saat ini dia mampu memanen rebung hingga 3,8 ton per hektar.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan teknik yang tepat dan semangat pantang menyerah, bambu dapat menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan. Dia kemudian memberikan pesan kepada generasi muda untuk tidak ragu mengembangkan bambu.

Menurutnya, bambu adalah tanaman yang sekali tanam, panen terus, dan memberikan manfaat besar bagi lingkungan serta ekonomi. Ia berharap lebih banyak orang yang menyadari pentingnya menanam bambu dan menjaga kelestariannya.

BACA JUGA:Kiat-Kiat Menjaga Tubuh bagi Penderita GERD Agar Tidak Kambuh

BACA JUGA:Ruas Jalan Nasional di Jombang Segera Dibenahi, Upaya Bupati Dapat Perhatian Kementerian PU dan Pemprov Jatim

Mbah Radi juga minta pemerintah tidak hanya fokus pada tanaman produksi jangka pendek, tetapi juga memperhatikan tanaman seperti bambu. ‘’Karena tanaman bambu juga bisa memberikan hasil berkelanjutan dan manfaat ekologis yang besar,’’ jelasnya.

Pak Radi adalah contoh nyata bagaimana ketekunan, cinta pada lingkungan, dan dukungan dari masyarakat dapat membuahkan keberhasilan yang luar biasa. Melalui perjuangannya, ia telah membuktikan bahwa petani bambu adalah pahlawan yang menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: