Explore Business Bersama Dahlan Iskan, Ada Investasi Industri Halal di Safe n Lock Sidoarjo

Explore Business Bersama Dahlan Iskan, Ada Investasi Industri Halal di Safe n Lock Sidoarjo

Manajer pemasaran Safe n Lock Sidoarjo menjelaskan kepada peserta Explore Business Harian Diswy bersama Dahlan Iskan tentang lahan di kawasan tersebut dan berbagai fasilitas yang disediakan-andung - disway mojokerto-

Sidoarjo, Diswaymojokerto.id – Produk halal ternyata tidak hanya dicari oleh orang muslim ketika belanja. Bahkan lebih banyak orang saat ini lebih memilih belanja produk halal, termasuk kalangan non muslim juga lebih memilih barang dengan sertifikasi halal.

Itulah yang terungkap dalam Explore Business Harian Disway bersama Dahan Iskan yang diikuti sekitar 50 pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia ketika berkunjung di Safe n Lock di Sidoarjo, Sabtu, 24 januari 2026. Dahan Iskan yang juga bertindak sebagai moderator, tidak menampik kecenderungan itu di kalangan pengusaha baik dari Amerika, China, maupun dalam negeri.

Memang, kata Dahlan Iskan, kecenderungan itu terjadi karena orang lebih memilih aman dan nyaman daripada was-was ketika mengkonsumsi makanan, meskipun diproses dengan baik. ‘’Makanan halal, proses penyajian makanan mulai dari menyiapkan bahan baku, mengolah, memasak, sampai menyajikan menggunakan cara atau tahapan yang bersih dan otomatis lebih higienis serta sehat,’’ katanya.


Rombongan peserta Explore Business harian Disway bersama Dahlan Iskan di Safe n Lock Sidoarjo mendapat informasi mengenai industri halal yang disediakan di kawasan ekonomi khusus di tempat itu-andung - disway mojokerto-

Sedangkan makanan non halal, meskipun prosesnya penyediaannya menggunakan alat-alat yang bersih, namun belum tentu baik. ‘’Itu salah satu alasan mengapa ada kecenderungan mengkonsumsi makanan atau bahan makanan halal,’’ tambahnya.

BACA JUGA:Geger, Mayat Laki - laki Ditemukan Mengambang di Sungai Brantas Mojokerto

Hal itu juga diakui Adi Chandra, Manajer Pemasaran PT Makmur Berkah Amanda Tbk, yang mengelola Safe n Lock Sidoarjo. Karena itulah di Safe n Lock Sidoarjo disedaiakan Kawasan khusus untuk industri halal dengan nama Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS).

Berada di area seluas 1800 hektar, HIPS menawarkan berbagai kemudahan pengurusan dokumen sampe pembangunan pabriknya, karena lokasinya termasuk dalam Special Economic Zone (SEZ). ‘’Lokasi sebagai kawasan ekonomi khusus ini membuat berbagai kemudahan bisa diperoleh, termasuk bebas pajak untuk semua investasi yang dilakukan disini,’’ tambahnya.

Disebutkan, investor akan mendapat insentif pajak selama 10 tahun, selain itu juga mendapat fasilitas kemudhan pengurusan dokumen pendukung. Sekain itu juga tidak ada pembatasan impor. ‘’Hanya saja kalau impor, produknya harus diproses lagi, tidak boleh impor barang jadi yang langsung dijual lagi. Tapi harus diproses lagi,’’ tuturnya.


Salah satu fasilitas yang disediakan di Safe n Lock di Sidoarjo yang dipaparkan kepada peserta Explore Business Harian Disway bersama Dahlan Iskan-andung - disway mojokerto-

Dia menyebutkan, Special Economic Zone Halal Industry Park Sidoarjo disiapkan untuk 6 jenis industri dasar, seperti industry makanan dan minuman, industry farmasi, industri kosmetik, industry elektronik. Selain itu juga ada disediakan untuk industri tekstil dan fasion, dan berbagai logistik produk halal.

BACA JUGA:Pemkab Mojokerto Respon Cepat Rumah Warga yang Rusak Akibat Angin Puting Beliung

BACA JUGA:Gubernur Khofifah : Kiprah Muslimat NU Miliki Posisi Strategis di Kancah Internasional

Istimewanya lagi, di Safe n Lock Sidoarjo juga menyediakan bangunan standar pabrik, sehingga investor bisa mendapatkan gedung atau bangunan dengan sesuai standar pabrik. Lahan yang disediakan di kawasan itu minimal seluas 1 hektar dengan berbagai fasilitas dan kemudahan.

Peserta Explore Business Harian Disway bersama Dahan Iskan di Safe n Lock juga diajak berkeliling lokasi Kawasan Special Economic Zone halal Industrial Park Sidoarjo. Dari plant tour tersebut bisa dilihat masih banyak peluang untuk mendapatan lokasi yang istimewa sesuai dengan jenis pabrik dan investasi yang akan dikeluarkan.

Sumber: