Peringatan Hari Gizi Nasional, Pemprov Jatim Berkomitmen Memperkuat Gizi Masyarakat
Kebiasaan makan bergizi sehat dalam keluarga akan menentukan pembentukan generasi sehat dan cerdas-Foto: Ilustrasi AI-
Surabaya, diswaymojokerto.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berkomitmen terhadap pembangunan gizi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada peringatan Hari Gizi Nasional, 26 Januari 2026.
Melalui program Nawa Bhakti Satya, penguatan gizi masuk menjadi program prioritas sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Gubernur Khofifah menyampaikan, gizi merupakan pilar membentuk manusia Jawa Timur yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Karena itu, penguatan gizi tidak dapat dipandang semata sebagai urusan sektor kesehatan, melainkan sebagai investasi pembangunan jangka panjang.
“Melalui Jatim Sehat, kami memastikan pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang menjadi prioritas utama. Gizi yang baik adalah investasi jangka panjang bagi generasi masa depan dan penentu terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Gubernur Khofifah dalam siaran persnya Senin 26 januari 2026.
BACA JUGA:Pemkot Mojokerto Gelar Lomba Mojo Indah 2026 Berhadiah Puluhan Juta Rupiah
BACA JUGA:Galeri Soekarno Kecil di Kota Mojokerto Resmi Dibuka untuk Masyarakat Umum
Lebih lanjut ia menegaskan, dalam membangun generasi emas harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Pola konsumsi dan kebiasaan makan sehat di rumah menjadi fondasi utama pembentukan perilaku hidup sehat masyarakat.
“Sehat itu tidak harus mahal. Membangun generasi emas bisa dimulai dari piring makan di rumah. Dari sanalah kebiasaan hidup sehat dibentuk, dari piring kita sendiri,” tegasnya.
Upaya penguatan gizi di Jawa Timur dilaksanakan secara komprehensif melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif. Program tersebut meliputi penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, optimalisasi peran Posyandu, pemantauan asupan gizi balita, pemenuhan gizi remaja, serta edukasi gizi lintas siklus kehidupan.
Seluruh program dijalankan secara kolaboratif bersama pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam pembangunan gizi.
Gubernur Khofifah juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pembangunan gizi, khususnya dalam percepatan penurunan stunting di Jawa Timur.
BACA JUGA:Business Matching bersama Dahlan Iskan, Ada Pentol Kabul di Pemkab Sidoarjo
BACA JUGA:Explore Business Bersama Dahlan Iskan, Ada Investasi Industri Halal di Safe n Lock Sidoarjo
Tantangan pertama berkaitan dengan daya beli dan akses ekonomi masyarakat. Meskipun inflasi relatif terkendali, harga pangan sumber protein hewani masih dirasakan cukup berat oleh sebagian keluarga prasejahtera. Oleh karena itu, tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dinilai sangat relevan dan strategis.
Sumber:




