Mbah Dullah Diduga Hanyut di Sungai di Bangsalsari, Jember

Mbah Dullah Diduga Hanyut di Sungai di Bangsalsari, Jember

Tim Gabungan melakukan pencarian Pak Dullah yang dilaporkan tidak pulang. Warga hanya menemukan sandal korban di dekat jembatan di dekat sungai -dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Jember, Diswaymojokerto.id – Sariton atau Mbah Dullah, 76 tahun, warga Dusun Tegal Gebang, RT 002 RW 015, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, dilaporkan hilang sejak Kamis, 12 Februari 2026. Korban dilaporkan terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB.

Karena sampai malam belum pulang, keluarga korban dan warga berusaha melakukan pencarian ke berbagai tempat yang diperkirakan menjadi tujuan korban. Pencarian terus dilakukan dan pada Jumat pagi, 13 Februari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB, warga menemukan sandal milik korban di samping jembatan di sungai di perbatasan Desa Sukorejo dan Desa Curahlele.

‘’Namun tidak ada yang melihat apakah korban saat itu berada di sungai atau tempat lain. Yang diketemukan hanya sandal di tepi jembatan, tidak ada saksi mata yang melihat korban masuk sungai atau hanhyut. Tapia da asumsi korban jatuh ke sungai,’’ kata Kalaksa BPBD Jember, Edy Budi Susilo, Senin, 16 Februari 2026.


Tim gabungan BPBD Kabupaten Jember melakukan koordinasi pencarian Sariton alias Pak Dullah -dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Upaya pencarian dilanjutkan warga setempat bersama Ketua RT pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kali ini pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai sejauh kurang lebih 10 kilometer, mulai dari Sungai Klimusan hingga DAM Marsedo menggunakan ban karet sebagai alat bantu.

BACA JUGA:Panduan Sehat Nabawi, Mengungkap 9 Khasiat Buah Tin Bagi Kesehatan Modern

BACA JUGA:Inilah Keutamaan Ber'Siwak' yang Belum Banyak Diketahui

Upaya pencarian mandiri tersebut belum membuahkan hasil dan warga kemudian melaporkan kepada Polsek Bangsalsari dan diteruskan ke Pusdalops BPBD Jember. Pihaknya kemudian menurunkan tim untuk melakukan pencarian dengan menelusuri aliran sungai.

BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait melakukan koordinasi, asesmen lapangan, serta dokumentasi kegiatan. Operasi SAR melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas Pos SAR Jember, TNI-Polri, relawan SAR, serta warga setempat.

Namun hingga pukul 16.30 WIB, pencarian masih belum membuahkan hasil dan operasi hari pertama resmi dihentikan untuk dilanjutkan pada hari berikutnya. Sebagai tindak lanjut, operasi pencarian dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB menggunakan perahu rafting serta penyisiran darat menggunakan kendaraan bermotor untuk menjangkau area yang lebih luas.

Sumber: