Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Gelar Yudisium 187 Mahasiswa

Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Gelar Yudisium 187 Mahasiswa

Wisudawan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember-Foto : Humas Kemenag RI-

Jember, diswaymojokerto.id Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Yudisium Strata Satu (S1) ke-30. Sebanyak 187 mahasiswa mengikuti yudisium pasca seluruh program studi di Fakultas Syariah UIN KHAS Jember terakreditasi unggul pada 2024 dan menambah satu prodi baru pada 2025.

Fakultas Syariah UIN KHAS Jember memiliki lima program studi. Empat program studi yang berada di bawah Kementerian Agama telah terakreditasi unggul pada tahun 2024 yaitu prodi Hukum Pidana Islam (Jinayah) prodi Hukum Keluarga (Ahwal al-Syakhsiyah), Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Hukum Tata Negara (Siyasah).

Sementara Hukum Bisnis merupakan prodi baru dengan izin penyelenggaraan studi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Rektor UIN KHAS Jember Hepni Zein meminta kepada para lulusan Fakultas Syariah untuk terus mengasah kemampuan di mana pun berada. Rektor menjelaskan bahwa di dunia yang berubah cepat, kemampuan untuk mempelajari hal baru menjadi sangat penting untuk tetap relevan dan sukses dalam menghadapi perubahan teknologi dan dunia.

BACA JUGA:PN Mojokerto Jatuhkan Vonis 8 Tahun Penjara Terdakwa Kasus Kematian Pelajar SMK

BACA JUGA:Kunjungi Kopi Kapal Api, Terkesan Generasi ke 3 yang Membuat Perusahaan Tambah Besar

“Orang yang berhenti belajar akan terjebak di masa lalu. Masa depan dibangun melalui tindakan, persiapan, dan pembelajaran yang konsisten sejak hari ini, bukan dengan menunda”, kata Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni Zein saat membuka kegiatan Yudisium Fakultas Syariah, Senin 26 Januari 2026 di Jember.

Rektor UIN KHAS Jember juga menambahkan bahwa seorang sarjana harus memiliki kematangan berfikir dan kematangan dalam bertindak. Menurutnya, kedewasaan menjalani kehidupan di tengah-tengah masyarakat menjadi sangat penting dan berarti.

“Kesuksesan bukan ditentukan seberapa banyak prestasi yang diraih, tapi seberapa banyak masalah yang bisa diselesaikan secara dewasa dan seberapa manfaat yang bisa diberikan. Terus tingkatkan kompetensi dan jangan pernah merasa puas dengan ilmu dan pengalaman,” terang Rektor Prof Hepni.

Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Wildani Hefni meminta lulusan Fakultas Syariah untuk tidak berhenti belajar saat lulus menjadi sarjana. Menurutnya, masa depan adalah milik pembelajar. Artinya, mereka yang terus belajar, beradaptasi, dan mengasah keterampilan baru akan menguasai tantangan masa depan.

BACA JUGA:Selama 2025, 41 Persen Warga Kabupaten Mojokerto Berstatus Buruh dan Karyawan

BACA JUGA:TPA Karangdiyeng Mojokerto Terancam Overload, DLH Bakal Optimalisasi 3R dan TPS3R

Dekan yang sekaligus wakil sekretaris LTM PWNU Jawa Timur ini meyakini bahwa lulusan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember memiliki pola pikir berkembang yang memandang tantangan sebagai peluang, bukan masalah.

“Fakultas Syariah UIN KHAS Jember menjadi titian panjang perjalanan intelektual melalui pembelajaran sistematis, pengkajian normatif dan empiris, serta dialektika antara teks, konteks dan realitas sosial. Semoga bekal keilmuan, etika akademik, dan kepekaan sosial menjadi landasan kokoh bagi 187 lulusan dalam pengabdian profesional, riset berkelanjutan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan umat”, harap Wildani Hefni

Sumber: