Pencarian Pemancing Tenggelam Terus Berlanjut, Tim Gunakan Perahu dan Motor Trail

Pencarian Pemancing Tenggelam Terus Berlanjut, Tim Gunakan Perahu dan Motor Trail

Pencarian korban kecelakaan laut dianjutkan, petugas menggunakan perahu untuk pencarian di laut, dan menggunakan motor trail untuk pencarian di garis pantai yang terjal.-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

 

Jember, Diswaymojokerto.id – Petugas gabungan BPBD Kabupaten Jember dan BASARNAS terus melakukan pencarian korban kecalakaan laut saat memancing di Pantai Canga’an di Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu. Lokasi pencarian diperluas dan petugas menggunakan perahu untuk mencari di laut dan menggunakan motor trail untuk menelusuri daerah pantai yang terjal.

Kalaksa BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan, lokasi pencarian difokuskan di 2 titik utama, yakni Pantai Payangan dan Pantai Canga'an, Desa Sumberejo dan Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu. ‘’Kami berharap tim segera menemukan keberadaan korban. Pencarian sedikit mengalami kesulitan karena ombak laut cenderung,’’ katanya. Selasa, 17 Februari 2026.

Operasi SAR dilakukan denhan pembagian tim menjadi dua regu untuk memaksimalkan jangkauan pencarian. Tim pertama melakukan pencarian melalui jalur laut menggunakan perahu di Pantai Payangan, sementara tim kedua melakukan penyisiran darat di kawasan Pantai Canga'an dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis trail.


Tim gabungan BPBD Kabuoaten Jemebr dan BASARNAS bersiap melakukan pencarian lanjutan korban kecelakaan air di Pantai Canga'an d Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu-dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Edy menuturkan, pencarian berlangsung hingga sore hari dengan mempertimbangkan kondisi alam di lapangan. ‘’Kami juga harus memperhatikan keselamatan tim sehingga pencarian dilakukan dengan Batasan-batasan tertentu,’’ tambahnya.

BACA JUGA:BPBD Jember turunkan Tim Cari Korban Laka Laut di Pantai Canga’an, Desa Sabrang, Ambulu

BACA JUGA:Yuk, Simak Film Indonesia yang Tayang di Bulan Februari 2026

Seperti diketahui, Faruq Febriansyah, 20 tahun, warga Desa Garahan, Kecamatan Silo, dilaporkan terjatuh ketika memancing Minggu, 15 Februari 2026, dini hari. Korban dihantam obak besar dan terjatuh ke laut ketika hendak mengambil kail pancingnya yang tersangkut.

Peristiwa tersebut terjadi di Pantai Canga'an dengan jarak tebing ke pantai sekitar 5 meter. Rekan korban yang berangkat memancing bersama, sempat melihat korban tenggelam dan meminta pertolongan.

Namun kondisi ombak dan medan yang berbahaya membuat upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan secara langsung. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada petugas dan tim gabungan yang datang langsung melakukan pencarian.


Prtugas BPBD menjelaskan proses pencarian korban kecelakaan laut -dok BPBD Kab Jember for Disway Mojokerto-

Hingga berakhirnya operasi hari kedua pada pukul 16.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Pos Pencarian dan Pertolongan Jember, Satpolairud Polres Jember, TNI AL, serta sejumlah relawan belum berhasil menemukan korban. Kendala utama dalam operasi ini adalah kondisi ombak laut yang cukup tinggi sehingga membatasi pergerakan tim.

BACA JUGA:Sambut Ramadan, Warga Binaan Mojokerto Bersih-bersih Masjid di Jetis

BACA JUGA:Klurak Eco Park Pacet Mojokerto, Berkemah Menyatu dengan Hutan Pinus

Operasi SAR yang dilanjutkan pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB dengan menambah area pencarian hingga wilayah Nanggelan. Pemerintah daerah juga merekomendasikan penggunaan kendaraan trail untuk penyisiran darat guna meningkatkan efektivitas pencarian di medan yang sulit.

Smeentara itu, keluarga korban juga datang ke lokasi kejadian dan menunggu hasil pencarian petugas. Mereka berharap korban segera diketemukan dan segera dibawa pulang. Mereka datang setelah menerima pemberitahuan korban yang sedang memancing dihantam ombak dan tenggelam terseret arus.

Sumber:

Berita Terkait