Sambel Wader Trowulan, Kuliner Warisan Zaman Majapahit
Sajian Sambal Wader, lengkap dengan nasi hangat dan sambalnya yang khas-Foto : Raka Magang-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Ketika Anda berkunjung ke situs bersejarah Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, ada satu agenda wajib yang tidak boleh terlewatkan yakni mencicipi Sambel Wader. Kuliner sederhana namun menggugah selera ini telah menjadi ikon wisata kuliner yang memikat ribuan wisatawan yang datang ke Trowulan dan sekitarnya.
Sambel Wader adalah hidangan yang terdiri dari ikan wader goreng (ikan sungai berukuran kecil) yang disajikan di atas cobek berisi sambal segar. Ikan wader ini digoreng hingga sangat kering/ garing, memberikan tekstur renyah yang kontras dengan sambal ulek mentah yang terdiri dari cabai rawit, tomat, terasi, dan perasan jeruk nipis.
Salah satu pelopor yang paling tersohor adalah Warung Sambel Wader Bu Mutmainah. Berlokasi tepat di depan pintu masuk wisata Kolam Segaran, Desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto, warung ini selalu dipadati pengunjung, mulai dari warga lokal, pejabat daerah, hingga turis mancanegara yang penasaran dengan cita rasa autentik kuliner di Mojokerto ini.

Penjual sambal wader tengah menyiapkan pesanan kuliner khas Mojokerto-Foto : Raka Magang-
Warung-warung Sambel Wader di Trowulan biasanya mulai ramai sejak pukul 09.00 hingga sore hari. Selain karena harganya yang terjangkau berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000 per porsi ikan wader dipercaya merupakan makanan rakyat sejak zaman Kerajaan Majapahit.
Kolam Segaran yang luas di dekat lokasi diyakini dahulu menjadi tempat penampungan air sekaligus sarana rekreasi kerajaan yang kaya akan ikan air tawar seperti Wader.
BACA JUGA:Fenomena Generasi Gen Z, Lebih Takut Tak Bisa Transaksi Cashless Dibanding Patah Hati
BACA JUGA:Bupati Jombang Setujui Raperda tentang Desa/Kelurahan Sadar Hukum jadi Perda
Keunikan Sambel Wader terletak pada kesegarannya. Ikan Wader ditangkap langsung dari sungai atau budidaya lokal, dibersihkan, dan dibumbui dengan bawang putih serta garam sebelum digoreng dalam minyak panas (deep-fried).
Cara penyajiannya pun cukup unik: Cabai dan bumbu lainnya baru diulek saat ada pesanan masuk agar aroma segarnya tetap terjaga.

Warung Sambal Wader di depan Kolam Segaran di Trowulan Mojokerto-Foto : Raka Magang-
Biasanya Sambel Wader disajikan dengan nasi hangat, tahu-tempe goreng, serta lalapan segar seperti kemangi, mentimun, dan kacang panjang.
Perpaduan rasa pedas yang membakar lidah, gurihnya ikan, dan asam segar dari jeruk nipis menciptakan simfoni rasa yang membuat penikmatnya sulit berhenti makan.
BACA JUGA:Kopi, Minuman Favorit Para Ulama Sejak Dahulu Kala
Sumber:

