Pasca Keracunan Massal di Mojokerto, Satgas MBG Dioptimalkan untuk Awasi Program Pusat
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (tengah, memakai peci warna hitam.-Foto : Fio Atmaja-
Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mengoptimalkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan program nasional tersebut.
Langkah ini sebagai bentuk respons setelah kejadian keracunan massal yang menimpa ratusan siswa, santri, dan orang tua di wilayah ini pada bulan lalu.
Satgas ini sebelumnya telah dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Mojokerto No 188.45/403/HK/416-012/2025 tentang perubahan atas keputusan satuan tugas percepatan penyelenggaraan program MBG. Namun untuk saat ini ada beberapa perubahan seperti penambahan personel.
“Kami sudah membuat tim satgas MBG. Jadi sudah ada tim yang kemudian dapat memonitoring dari kinerja MBG atau SPPG yang ada di Kabupaten Mojokerto,” kata Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, Selasa, 10 Februari 2026.

Ratusan santri, siswa, dan orang tua menjadi korban dugaan keracunan menu MBG di Mojokerto. -Foto : Fio Atmaja-
Satgas yang melibatkan lintas sektor ini beranggotakan perwakilan dari Kodim 0815, Polres, Kejaksaan, pemerintah daerah, dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Tugas utama mereka mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan, serta memastikan program berjalan efektif, efisien, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan. Mereka juga akan mengidentifikasi titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru dan memantau rantai pasok serta keamanan pangan.
BACA JUGA:Tips Memilih Sayur Segar yang Berkualitas
BACA JUGA:Mau Tahu 3 Pesantren Favorit yang Ada di Mojokerto? Ini Dia
Saat ini, dari 94 SPPG yang direncanakan di Mojokerto, sebanyak 76 unit telah beroperasi. Namun, hanya 14 yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan 2 yang memiliki izin lengkap.
“Kami berharap dengan adanya Satgas MBG ini bisa memperbaiki kebutuhan gizi masyarakat dan anak-anak, yang diharapkan ke depannya bisa menjadi penerus cita-cita bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Ratrusan siswa iduga keracunan MBG, SPPG yang melayani MBG di beberapa sekolah di Kecamatan Kutorejo ditutup sementara-Fio Atmaja - Disway Mojokerto-
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Kutorejo diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu soto ayam dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disediakan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.
Menu MBG berupa soto ayam tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB. Keesokan harinya, Sabtu, 10 Januari 2026, ratusan siswa mulai menunjukkan gejala keracunan seperti mual, muntah, demam, dan diare.
Sumber:




