tjiwi kimia ucapan idul fitri 1447 h
enero ucapan idul fitri 1447 h

Pemkab Mojokerto Diminta Sisihkan Anggaran untuk Penanganan Sampah dan Kompos

Pemkab Mojokerto Diminta Sisihkan Anggaran untuk Penanganan Sampah dan Kompos

HUT ke 17 WeHasta, Pemkab Mojokerto diminta sisihkan anggaran untuk penanganan sampah dan pembuatan kompos oleh masyarakat-andung - disway mojokerto-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id – Pemkab Mojokerto diminta sisihkan sedikit anggaran pembuatan kompos di wilayah kabupaten Mojokerto. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto Elia Joko Sambodo pada HUT ke 17 Wahana Edukasi Harapan Semesta (WeHasta), di Paseban Agung, Desa Trawas, Kecamatan Trawas.
Dia mengatakan, salah satu sisi penting dari hasil pengolahan sampah yang dilakukan WeHasta dengan TPS3R adalah produksi kompos. Tetapi karena pembuatan kompos dilakukan oleh masyarakat dengan kondisi yang sangat mepet, maka perlu kehadiran pemerintah kabupaten.

Selain masalah kompos, Joko Sambodo juga menyoroti penanganan sampah di Kabupaten Mojokerto yang memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Peranan dan sinergi OPD dan pemerintahan desa sangat diperlukan agar penanganan sampah benar-benar bisa efektif dan bisa mereduksi sampah.

Penanganan sampah tidak sesederhana yang dibayangkan atau dipikirkan kebanyakan orang. ‘’Tidak hanya berhenti dengan merasa sudah membayar retribusi sampah, lalu semuanya diserahkan kepada tukang sampah yang mengambil sampah atau pengelola sampah,’’ jelasnya.


WeHasta mendapat kado khusus dari Foru Kabupaten Sehat Kabupaten Mojokerto-andung - disway mojokerto-

Padahal, urusan sampah tidak berhenti sampai di situ dan memerlukan sinergi antara masyaraat dan semua pihak terkait. ‘’Yang paling penting juga hilirisasi produk sampah. Bagaimana sampah yang dihasilkan bisa direcycle,’’ sahutnya.

BACA JUGA:Selama 2025, PMI Kota Mojokerto Layani 18.422 Kantong Darah.

BACA JUGA:Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional, DKPPP Jember Gelar Pasar Murah, Di Jombang Bupati Sidak Pasar Pon

Joko Sambodo menyoroti pentingnya penanganan sampah karena saat ini, berdasarkan informasi dari OPD terkait, TPA KArangdiyeng dalam waktu 2 tahun ke depan akan penuh. ‘’Kalau masalah sampah tidak ditangani dengan seksama, maka masalah sampah akan menjadi sangat serius,’’ tegasnya.

Dia juga menjelaskan, rencana perluasan TPA Karangdiyeng jgua tidak semudah yang dibayangkan, karena harus memperhatikan berbagai hal. ‘’Mulai dari regulasinya, pengurusan amdal, dan faktor lain yang harus dijalani dengan detil,’’ sahutnya.

Karena itu, penanganan sampah harus bisa dilakukan dengan sinergi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, OPD terkait, dan pihak swasta. ‘’Sehingga sampah bisa benar-benar direduksi dari titik awal produksinya, yakni dari rumah,’’ pungkasnya.


Kertua Komisi II DPRD Kabuoaten Mojokerto, Elia Joko Sambodo, meberi sambutan dalam HUT ke 17 WeHasta.-andung - disway mojokerto-

Sementara itu, Ning Hana, Ketua Forum Kabupaten Sehat, yang hadir pada kesempatan itu menyamaikan apresiasi atas peran WeHasta selama ini. ‘’Kita semua sudah tahu dan paham bagaimana selama ini WeHasta membersamai kita. Ke depan, kami berharap peran dan kerjasama itu bisa lebih ditingkatkan lagi,’’ kata istri Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, itu.

BACA JUGA:Ingin Masakan Lezat Namun Tetap Sehat, Fiber Creme Solusinya

BACA JUGA:Revolusi Asuransi Pertanian Dimulai !!! Petani Bisa Klaim Kalau Gagal Panen

Sementara itu Kepala DLH Kabuoaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, mengatakan peran WeHasta dan Bank Sampah sangat membantu menangani sampah di Kabupaten Mojokerto. Karena itu, dia terus mengahak WeHasta dan pemerhati lingkungan lainnya untuk terus membantu dalam penanganan sampah di Kabupaten Mojokerto.

‘’Tanpa keterlibatan masyarakat, termasuk pemerhati lingkungan, juga WeHasta, kami ini bukan siapa-siapa dan tidak bisa apa-apa. Karena masalah sampah adalah masalah kita semua. Kami sangat berteria kasih dan mengapresiasi peran WeHasta dan teman-teman pemerhati lingkungan yang juga hadir pada acara ini,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua WeHasta, Sisyantoko, mengatakan, dalam HUT ke 17 WeHasta, pihaknya menyampaikan terima kasih kepafda berbagai pihak yang selama ini ikut membantu kegiatan WeHasta. Mulai dari warga Trawas, pengelola TPS3R, berbagai perusahaan swasta BUMD, ibu-ibu yang tergabung dalam bank sampah, juga pelaku pariwisata dan budaya.

Sumber: