tjiwi kimia ucapan idul fitri 1447 h
enero ucapan idul fitri 1447 h

Kisah Unik Menikmati Semangkuk Bakso di Lautan Pasir Bromo

Kisah Unik Menikmati Semangkuk Bakso di Lautan Pasir Bromo

Wisatawan menikmati semangkuk Bakso Racing di kawasan lautan pasir Gunung Bromo-Foto : Habib Magang-

Mojokerto, diswaymojokerto.id - Makan bakso di seputaran lautan pasir Bromo bukan lagi hal yang mustahil. Bromo ternyata bukan hanya tentang matahari terbit (sunrise)  atau hamparan savana, kini menikmati semangkuk bakso hangat di lautan pasir Bromo  tengah menjadi kisah unik yang tren dibicarakan.

Tepat pada 28 Maret 2026, suasana di lautan pasir Bromo terlihat berbeda. Selain deretan motor dan wisatawan yang beristirahat, tampak pula kerumunan kecil mengelilingi sebuah gerobak bakso.

Bakso yang dijajakan bukan bakso biasa. Para pengunjung menyebutnya “Bakso Racing”. Nama yang terdengar nyeleneh ini justru jadi daya tarik tersendiri. Di balik gerobak sederhana itu, ada sosok penjual yang akrab disapa Sam Cing, yang dengan cekatan meracik semangkuk bakso hangat di tengah udara dingin khas Bromo.

Salah satu wisatawan, Irawan, mengaku sengaja mampir setelah puas menikmati pemandangan. “Habis lihat view, dingin banget. Jadi kepikiran cari yang hangat-hangat. Ternyata ada bakso di sini, ya langsung saja,” ujarnya sambil tersenyum.


Bakso Racing yang dijual Rp 20 ribu per mangkuk di seputaran Lautan Pasir Bromo-Foto : Habib Magang-

Menariknya, satu porsi Bakso Racing yang dijajakan Sam Cing dibanderol sekitar Rp20 ribu per mangkok. Harga tersebut tergolong ramah di kantong wisatawan, terlebih jika dibandingkan dengan pengalaman unik menikmati makanan hangat di tengah dinginnya kawasan Bromo.

Fenomena ini terjadi bukan tanpa alasan. Suhu dingin di kawasan lautan pasir membuat makanan berkuah seperti bakso menjadi pilihan favorit. Selain menghangatkan tubuh, suasana makan di alam terbuka memberikan sensasi yang berbeda. Duduk di bangku kecil, ditemani kabut tipis dan pemandangan pegunungan, menjadikan pengalaman makan terasa lebih berkesan.

BACA JUGA:Hendak Halalbihalal, Odong-odong Angkut 25 Penumpang Terguling di Mojokerto, Satu Orang Tewas

BACA JUGA:KAI Daop 8 Surabaya Amankan 233 Barang Tertinggal di KA pada Masa Angkutan Lebaran 2026

Cara menikmati bakso di sini pun sederhana. Wisatawan cukup memesan, lalu duduk santai bersama teman atau rombongan. Tidak sedikit yang datang menggunakan motor, kemudian berhenti sejenak untuk makan sebelum melanjutkan perjalanan. Aktivitas ini perlahan menjadi bagian dari gaya wisata baru di Bromo.

Sam Cing sendiri mengaku tidak menyangka dagangannya bisa seramai ini. Awalnya, ia hanya mencoba peruntungan dengan berjualan di area wisata. Namun, seiring banyaknya pengunjung yang penasaran, bakso buatannya justru semakin dikenal. “Ya alhamdulillah, banyak yang suka. Apalagi kalau dingin begini, pasti laris,” katanya.


Penjual Bakso Racing melayani pembeli di kawasan wisata Bromo-Foto : Habib Magang-

Tren makan bakso di lautan pasir ini menunjukkan bahwa wisata tidak lagi sekadar menikmati pemandangan. Ada pengalaman tambahan yang dicari, termasuk kuliner sederhana yang justru terasa istimewa karena suasananya.

Meski begitu, wisatawan tetap diimbau menjaga kebersihan. Sampah dari aktivitas makan diharapkan tidak ditinggalkan begitu saja. Keindahan Bromo harus tetap dijaga agar tetap bisa dinikmati oleh banyak orang.

Sumber: