Sambut Ramadan, Warga Binaan Mojokerto Bersih-bersih Masjid di Jetis

Sambut Ramadan, Warga Binaan Mojokerto Bersih-bersih Masjid di Jetis

WBP Lapas Kelas IIB Mojokerto saat mengikuti bersih - bersih masjid di Jetis, Mojokerto. -Foto : dok. Lapas Kelas IIB Mojokerto-

Mojokerto, Diswaymojokerto.id - Jelang memasuki bulan suci Ramadan, warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto melakukan bersih-bersih tempat fasilitas umum dan tempat ibadah.

Di wilayah Kabupaten Mojokerto, kegiatan dipusatkan pada renovasi pengecatan Masjid Khoirul Amaliyah yang berada di Dusun Belik, Desa Bendung. Perbaikan dilakukan untuk memperindah tempat ibadah agar lebih nyaman digunakan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai wujud kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap lingkungan sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.

BACA JUGA:Resmikan Toilet Khusus Difabel, Gubernur Khofifah Sekaligus Hadiri Healing Ramadan

BACA JUGA:Seminggu ini Waspada Hujan Lebat di Jawa Timur, Hari Ini Mojokerto Hujan di 6 Wilayah Kecamatan

Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada fasilitas tempat ibadah serta fasilitas umum di lingkungan sekitar, seperti tempat pemakaman umum dan area publik lainnya. Aksi ini melibatkan petugas bersama warga binaan pemasyarakatan bekerja secara gotong royong membersihkan area dan memperbaiki fasilitas membutuhkan penataan.

Selain itu, jajaran petugas dan warga binaan juga melaksanakan pembersihan area jogging track di Kota Mojokerto, berada di bantaran Sungai Brantas. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah, merapikan lingkungan, serta memastikan area tetap bersih dan aman digunakan masyarakat.


Memasuki bulan suci Ramadan, warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto melakukan bersih-bersih tempat fasilitas umum dan tempat ibadah.-Foto : dok. Lapas Kelas IIB Mojokerto-

Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat pembinaan yang menanamkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab kepada warga binaan. Mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga didorong untuk berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan mengatakan, kegiatan bersih-bersih merupakan bentuk nyata hadirnya pemasyarakatan di tengah masyarakat, sekaligus upaya membangun sinergi dan kepercayaan publik. 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar,” ujarnya dalam keterangan tertulis diterima Disway Mojokerto, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial menjadi bagian penting dari proses pembinaan kepribadian. “Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat,” imbuhnya. 

BACA JUGA:Klurak Eco Park Pacet Mojokerto, Berkemah Menyatu dengan Hutan Pinus

BACA JUGA:Rahasia Tetap Produktif Dalam Bekerja, Meski Tengah Menjalankan Ibadah Puasa

Sumber: