Tetap Produktif Selama Puasa Ramadan, Kerja Oke, Ibadah Yes!
Meski jalankan ibadah puasa Ramadan, kerja tetap berlangsung-Foto : Hasby Magang (Pinterest)-
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Saat bulan Ramadan, umat muslim di Indonesia tetap menjalani berbagai aktivitas kerja sambil berpuasa. Kondisi ini terjadi di seluruh daerah yang penduduknya mayoritas muslim. Saat siang hari, harus tetap berpuasa dan bekerja.
Beberapa ahli kesehatan mengingatkan masyarakat, agar menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah dengan mengatur istirahat, pola makan, serta manajemen waktu agar tubuh tetap produktif dan sehat selama bulan Ramadan.
Ramadan bukan hanya waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Meski berpuasa, masyarakat tetap dituntut menyelesaikan pekerjaan secara optimal. Karena itu, menjaga keseimbangan antara spiritual dan aktivitas fisik menjadi hal penting.

Tetap produktif selama Ramadan-Foto : Hasby Magang (AI)-
Dokter Tirta salah satu ahli kesehatan yang aktif di medsos menjelaskan bahwa kunci utama tetap produktif saat puasa adalah menjaga asupan nutrisi dan pola hidup sehat. Menurutnya sahur tidak boleh dilewatkan karena berfungsi sebagai sumber energi utama selama beraktivitas di siang hari.
”Makan terlalu banyak ketika sahur, malah membuat kita cepat lapar. Jam empat subuh titik insulin di tubuh kita sedang tinggi-tingginya. Otomatis gula darahnya menjadi naik. Jika gula darahnya naik impactnya adalah rasa lapar,'' kata dokter Tirta
Menurutnya ketika jam sepuluh sudah lapar lagi, akibatnya lemes, ngantuk. Sahur sebaiknya makan secukupnya dan memperbanyak makan protein dan fiber seperti kurma, alpukat, telur lebih mengenyangkan. Itu akan membantu puasa jadi lebih kuat,’’ terang Dokter Tirta.
BACA JUGA:105 Ton Limbah B3 Slag Aluminium di Mojokerto Dibersihkan
BACA JUGA:Awali Safari Ramadan 1447 H, Wali Kota Mojokerto Tarawih di Musala Nur Hidayah, Gunung Gedangan
Selain pola makan, pengaturan waktu kerja juga berpengaruh. Ia menyarankan agar pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dilakukan pada pagi hari saat kondisi tubuh masih segar. Sementara menjelang sore, sebaiknya fokus pada tugas ringan agar tidak terlalu menguras tenaga.
”Jika anda ingin selama aktivitas puasa itu tubuhmu fit pola tidur nya teratur, maka habis tarawih, mengaji terus tidur. Kalau pola tidurnya berantakan otomatis ketika siang cenderung over exhausted (sangat kelelahan atau kehabisan energi). Selain itu sebaiknya mengurangi aktivitas atau kegiatan yang berat,’’ kata doter Tirta

Buka puasa bersama-Foto : Hasby Magang (Pinterest)-
Di sisi lain, ibadah tetap menjadi prioritas selama Ramadan. Shalat tarawih, bersedekah dan membaca Al-Qur’an dapat dilakukan setelah waktu kerja selesai.
Lingkungan kerja yang mendukung turut membantu terciptanya Ramadan yang seimbang. Rekan kerja diharapkan saling memahami kondisi berpuasa dan memberi kesempatan untuk beribadah tepat waktu.
Sumber:




