Bahaya Bagi Kesehatan Jika Minyak Goreng Digunakan Berulang Kali, Ini Penjelasannya
Minyak goreng yang dipergunakan berulang kali berbahaya bagi kesehatan-Foto : Ahmad Rizal Magang -
Mojokerto, diswaymojokerto.id - Penggunaan minyak goreng yang sama berulang kali sering ditemukan di rumah tangga maupun warung makan, terutama ketika ingin menghemat biaya. Namun kebiasaan ini ternyata tidak baik untuk kesehatan tubuh jika dilakukan secara terus-menerus.
Banyak lembaga kesehatan dan dokter menyarankan agar minyak tidak dipakai lebih dari beberapa kali karena perubahan kimia yang terjadi ketika minyak dipanaskan berulang kali dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Ketika minyak dipanaskan berulang kali pada suhu tinggi, struktur kimianya akan berubah melalui proses oksidasi dan polimerisasi.
Ini menyebabkan terbentuknya senyawa berbahaya seperti radikal bebas, aldehida, dan asam lemak trans yang bila dikonsumsi dapat memicu masalah kesehatan jangka panjang.
Salah satu dampak yang paling umum adalah peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah. Minyak bekas yang dipakai terus menerus mengandung lebih banyak lemak trans dibandingkan dengan minyak baru, sehingga dapat menyebabkan kolesterol naik dan berisiko memicu penyakit jantung dan pembuluh darah.

Minyak goreng di penjual gorengan yang digunakan berulang kali-Foto : Ahmad Rizal Magang -
Selain itu, senyawa berbahaya yang terbentuk juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, karena metabolisme lemak dalam tubuh terganggu dan terjadi stres oksidatif yang merusak sel.
Tidak hanya itu, minyak yang sering digunakan ulang juga cenderung menjadi lebih gelap dan berbau tengik, tanda bahwa komposisi kimianya telah rusak.
Menurut pedoman kesehatan, penggunaan minyak lebih dari dua kali sudah mulai menurunkan kualitasnya secara signifikan, dan bila terus dipakai dapat menurunkan nilai gizi makanan yang digoreng.
BACA JUGA:Kiat-Kiat Menjaga Tubuh bagi Penderita GERD Agar Tidak Kambuh
BACA JUGA:UNEJ Kampus Bondowoso Buka Tiga Program Studi di Jalur SNBP dan SNBT 2026
Lembaga kesehatan di beberapa negara juga menyoroti bahwa minyak yang dipanaskan berulang kali dapat memicu risiko kanker, terutama karena adanya pembentukan senyawa seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) yang bersifat karsinogenik.
Organisasi kesehatan juga menyatakan bahwa paparan radikal bebas berkepanjangan berkontribusi terhadap rusaknya DNA sel, yang merupakan salah satu pemicu kanker dalam jangka panjang.
Dampak lain yang tidak kalah penting adalah gangguan pencernaan. Minyak yang sudah terlalu sering dipakai dapat meningkatkan kejadian asam lambung, iritasi saluran cerna, dan gangguan usus, karena zat berbahaya yang terakumulasi ikut masuk ke tubuh bersama makanan yang digoreng.
Sumber:




